
Ketua Tim Pengelola Kebun Desa Tamiang, Edi Manto saat menyerahkan uang kepada Pemdes Tamiang. (Istimewa/Edi Manto for Kotawaringin News)
Kotawaringin News, Lamandau – Desa Tamiang Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau, sungguh beruntung. Betapa? Dalam enam bulan terakhir, Desa Tamiang mengelola kebun kelapa sawit seluas 100 hektare yang diserahkan salahsatu perusahaan sesuai akta perdamaian putusan Pengadilan Negeri Nanga Bulik nomor 1/Pdt/G/LH/2020/PN Ngb dan surat nomor 0217/PWP-LGL-JKT/VI/2020. Lahan itu dikelola langsung oleh masyarakat desa melalui tim pengelola yang dibentuk oleh Pemerintah Desa Tamiang.
Tanaman kelapa sawit produktif di lahan yang mereka sebut sebagai kebun desa itu laiknya berkah yang menjadi petensi ekonomi baru masyarakat. Terang saja, dalam enam bulan terakhir kebun tersebut dikelola, Pemerintah Desa Tamiang kecipratan pemasukan bersih sebesar Rp1 miliar.
“Yang kami serahkan ke Pemdes Tamiang untuk pengelolaan kebun desa ini 1 miliar lebih. Rinciannya, 3 bulan pertama sebesar 454 juta rupiah dan 3 bulan kedua 612 juta rupiah,” ujar Sekretaris Tim Pengelola Kebun Desa Tamiang, Wahyu Pasantin, beberapa waktu lalu di Nanga Bulik.
Wahyu melanjutkan, bahkan jika ditotal dengan operasional, uang yang didapat dari pengelolaan kebun desa dalam enam bulan terakhir ini mencapai Rp2 miliar. Dalam setiap bulannya, penen yang dihasilkan dari Kebun Desa Tamiang tersebut sekitar 350 ton tandan buah segar (TBS). “Bulan terakhir ini mencapai 371 ton TBS. Kan biasanya kalau di perusahaan, setiap 1 hektare itu sekitar 1 ton TBS per bulan. Ini berarti mencapai 3 ton lebih per bulan per hektare, kan luar biasa sekali.”
Senada, Ketua Tim Pengelola Kebun Desa Tamiang Edi Manto mengatakan, dalam pengelolaannyapun langsung melibatkan masyarakat setempat sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Mulai dari warga yang bekerja di bagian administrasi, perawatan kebun, bagian keamanan kebun, pemuat, mandor dan lain sebagainya. “Semua ini sangat berarti sekali untuk masyarakat Desa Tamiang. Karena hasilnya kembali ke masyarakat. Kita bisa lihat dengan kasat mata, perekonomian mereka meningkat dalam enam bulan terakhir ini. Ada yang kredit kendaraan bermotor, ada juga yang menyekolahkan anak-anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi dan lain sebagainya,” katanya sembari tersenyum bahagia.
Setidaknya, ungkap dia, ada 67 warga Desa Tamiang yang bekerja mengelola kebun tersebut. Ditambah, 21 warga Desa Tamiang yang menjadi Tim Pengelolaan Kebun Desa itu. “Semua warga lokal, warga Desa Tamiang,” pungkasnya. (BH/K2)








