
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Masyarakat di Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengaku tak akan mempermasalahkan asal usul sapi yang akan dijadikan hewan kurban.
Bagi mereka yang penting sapi sehat dan mudah dicari untuk dijadikan hewan kurban, kata Hermansyah, calon pembeli sapi, Jumat (17/6/2022).
“Basanya saat kurban, kami membeli sapi dari Jawa Timur atau Madura. Tapi sekarang adanya hanya sapi dari luar Jawa, tidak masalah yang penting sapinya ada dan sehat,” ucap Hermansyah.
Hermansyah mengaku harus survei dulu keberadaan sapi, namun keberadaan sapi dari Jawa Timur dan Madura memang terbatas. Sehingga dengan datangnya sapi dari luar Jawa ini calon pembeli cukup terbantu.
“Makanya kami survei dulu, tidak apa kalau pesan dulu, yang penting bisa dipastikan kedatangannya,” katanya.
Sementara itu, Matdrani pedagang sapi di Pangkalan Bun ini mengaku, saat ini ada 35 ekor sapi di kandang miliknya. Kemungkinan jumlah ini masih kurang untuk keperluan hewan kurban saat Iduladha tahun ini.
“Makanya insya Allah kami akan dua kali mendatangkan sapi, hingga mendekati hari H nanti pun masih bakal ada lagi sapi yang datang,” katanya.
Pemerintah telah melarang pasokan sapi dari Jawa Timur semenjak adanya wabah penyakit mulut dan kuku. Hal ini berpengaruh terhadap pasokan sapi kurban ke Kalimantan khususnya ke Kabupaten Kotawaringin Barat. Makanya, pasokan sapi dari luar Jawa menjadi salah satu alternatif kebutuhan pasokan sapi kurban. (Yus)








