
Bupati Hendra Lesmana saat memimpin rapat dengan dunia usaha di Aula Kantor Badan Keuangan Daerah (BKD) Lamandau, Rabu (7/10/2020). (Istimewa/Alex Gunawan for Kotawaringin News)
Kotawaringin News, Lamandau – Dalam rangka memulihkan perekonomian warga yang terdampak Covid-19, Bupati Lamandau Hendra Lesmana memanggil puluhan perwakilan perusahaan yang ada di Bumi Bahaum Bakuba.
“Kita tahu bahwa pendemi Covid-19 ini telah berdampak signifikan bagi warga kami di Kabupaten Lamandau ini, terutama yang mengandalkan interaksi dalam usahanya seperti pedagang keliling,” kata Bupati Hendra Lesmana saat memimpin rapat dengan dunia usaha di Aula Kantor Badan Keuangan Daerah (BKD) Lamandau, Rabu (7/10/2020).
Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya berharap agar perusahaan memberi kelonggaran kepada warga Lamandau yang mencari nafkah dengan berjualan keliling di kawasan perusahaan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
“Kami sangat memahami, perusahaan yang menerapkan protokol ketat di awal masa pendemi. Namun saat ini, kondisi sudah berubah, warga kita di perusahaan juga sudah ada yang belanja di Nanga Bulik, kami berharap perusahaan bisa melonggarkan protokol untuk warga kami dengan catatan tetap patuh pada protokol kesehatan,” kata Hendra.
Di tempat yang sama, Manager Community Development (Comdev) PT Sumber Mahardhika Graha (SMG) Rahmat Hidayat menyampaikan pihaknya sudah memberikan kelonggaran kepada para pedagang keliling warga Kabupaten Lamandau yang mencari nafkah di lingkungan perusahaannya.
Meski begitu, kata dia, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Covid-19. “Kalau yang kami terapkan di perusahaan kami, para pedagang harus ber-KTP Lamandau atau menunjukkan surat domisili di Lamandau, kalau dari Pangkalan Bun tetap kami larang, kemudian mereka (pedagang) kami data dan kami wajibkan mempunyai bukti rapid test negatif yang itu berlaku untuk 14 hari,” terang dia.
Ia menegaskan, pedagang memenuhi protokol kesehatan seperti wajib jaga jarak dan memakai masker. “Meski bawa surat rapid negatif kalau tidak pakai masker tetap kami larang masuk,” tegas dia. (AG/BH/K2)










