
Komisi C DPRD Kobar RDP dengan manajemen PLN UP3 Pangkalan Bun. (Yusro)
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menjadi perhatian serius Komisi C DPRD Kobar. Keluhan masyarakat yang terus berdatangan mendorong dewan memanggil PLN UP3 Pangkalan Bun untuk meminta penjelasan terkait penyebab hingga langkah percepatan pemulihan pasokan listrik.
Ketua Komisi C DPRD Kobar, H. Arif Asrofi, mengatakan rapat dengar pendapat digelar sebagai bentuk tanggung jawab DPRD dalam menindaklanjuti keresahan masyarakat. Menurutnya, DPRD ingin memastikan informasi yang diterima warga sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Dalam rapat tersebut, PLN menjelaskan bahwa pemadaman bergilir bukan hanya terjadi di Kobar, melainkan merupakan dampak dari sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan yang menghubungkan wilayah Kalimantan Utara hingga Kendawangan, Kalimantan Barat. Ketika salah satu pembangkit mengalami gangguan, daerah lain ikut terdampak.
Arif mengungkapkan, salah satu penyebab berkurangnya pasokan listrik berasal dari gangguan pada PLTG Muara Teweh yang memiliki kapasitas sekitar 50 megawatt. Selain itu, beberapa unit pembangkit lain juga sedang menjalani pemeliharaan sehingga kemampuan pasokan listrik ke sistem ikut menurun.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, pemadaman juga berpengaruh terhadap pelayanan publik, kegiatan usaha, hingga produktivitas pelaku UMKM yang bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
Komisi C DPRD Kobar kemudian mempertanyakan target penyelesaian perbaikan yang dilakukan PLN. Pasalnya, masyarakat membutuhkan kepastian kapan kondisi kelistrikan dapat kembali normal dan pemadaman bergilir dihentikan.
Dari penjelasan PLN, proses pemeliharaan seluruh unit pembangkit ditargetkan selesai pada akhir September. Namun, perusahaan memastikan perbaikan pasokan listrik akan dilakukan secara bertahap tanpa harus menunggu seluruh pekerjaan rampung.
Arif menyebut PLN juga mengoptimalkan seluruh sumber daya cadangan yang tersedia untuk mengurangi defisit daya. Langkah itu diharapkan mampu memangkas durasi pemadaman maupun mempersempit wilayah yang terdampak dalam beberapa pekan ke depan.
“Dari penjelasan PLN, kami berharap mulai Juli hingga Agustus sudah ada peningkatan. Kalau sekarang pemadaman masih cukup lama, ke depan durasinya harus semakin singkat sehingga dampaknya terhadap masyarakat juga berkurang,” ujar Arif.
Ia menegaskan DPRD Kobar akan terus mengawal komitmen PLN hingga kondisi pasokan listrik benar-benar membaik. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian, bukan hanya janji, agar aktivitas sehari-hari dan roda perekonomian di Kotawaringin Barat dapat kembali berjalan normal. (Yus/K2)







