Menu

Lamandau Diharapkan Mampu Jadi Kabupaten Layak Anak

Bayu Harisma

Kotawaringin News, Lamandau – Sejak tahun 2015 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau sudah menginisiasi pengembangan Kabupaten Layak Anak (KLA). Tentu saja, sejak saat itu pula Pemkab Lamandau terus melakukan berbagai upaya pembenahan di segala aspek untuk mendukung terwujudnya KLA.

Untuk bisa sampai menjadi KLA, setidaknya ada 4 tahap penilaian yang harus dilalui setiap Kabupaten/kota, mulai dari penilaian Mandiri oleh masing-masing Kabupaten/kota, verifikasi administrasi oleh tim verifikasi administrasi, verifikasi lapangan oleh tim verifikasi lapangan dan terakhir verifikasi final oleh tim verifikasi final.

Pada tahun 2019 ini, Kabupaten Lamandau telah masuk pada penilaian tahap tiga, yakni verifikasi lapangan dalam rangka evaluasi KLA.

Kamis (20/6/2019), tim verifikasi lapangan yang merupakan utusan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kementerian Desa atau PDT RI datang ke Bumi Bahaum Bakuba untuk melakukan verifikasi lapangan.

Ketua Tim verifikasi, Agung Budi Santoso, dalam acara ramah tamah di GPU Lantang Torang kemarin, mengatakan bahwa dari 514 Kabupaten/kota yang ada di Indonesia, ada 425 yang menyampaikan penilaian terhadap dirinya sendiri.

“Namun, dari jumlah tersebut selanjutnya kita lihat, apa saja upaya yang dilakukan sudah dilakukan selaras dan sudah betul untuk mendorong upaya upaya pemenuhan hak-hak anak yang ada,” ungkapnya.

Dari rangkaian pengamatan dan penilaian, imbuh dia, dari seluruh Kabupaten/kota yang melakukan penilaian mandiri, hanya terdapat sebanyak 224 Kabupaten/kota yang memenuhi syarat untuk kita lakukan verifikasi lapangan, termasuk salah satunya adalah Kabupaten Lamandau ini.

“Artinya, sampai sejauh ini Pemkab Lamandau betul-betul memiliki komitmen yang cukup baik untuk mewujudkan KLA,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana, mengatakan bahwa pengembangan KLA terus digalakkan secara berkesinambungan dengan melibatkan seluruh pihak terkait.

“Yang tujuannya tidak lain adalah untuk membangun inisiatif pemerintahan kabupaten yang mengarah pada upaya transformasi konsep hak anak dalam kebijakan program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak,” terangnya.

Bupati juga menyebut, sampai dengan saat ini, jumlah anak di Lamandau (usia dibawah 18 tahun) sebanyak 24.506 jiwa terdiri dari laki-laki 12.627 jiwa dan perempuan 11.876 jiwa atau 25,605 persen dari total penduduk Lamandau.

“Oleh karenanya, anak-anak patut mendapat perhatian dari semua pihak supaya dapat tumbuh dan berkembang secara wajar serta terhindar dari perlakuan dan tindakan yang salah,” tandasnya.

Menurut Bupati Hendra, anak merupakan investasi. Sebab itu, wajib bagi semua pihak untuk menjadikannya yang berkualitas dengan memperjuangkan hak-haknya.

Dirinya juga menegaskan bahwa, Pemkab Lamandau mempunyai komitmen yang tinggi dalam mewujudkan seluruh desa dan kelurahan sebagai Desa dan Kelurahan Layak Anak dalam rangka mendorong Kabupaten Lamandau sebagai Kabupaten Layak Anak serta mendukung Indonesia Layak Anak tahun 2030.

No comments

Tinggalkan Balasan

Panglima Utar

Ikuti Kami Di Facebook