
Ketua DPRD Kobar, Mulyadin. (Yusro)
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Fenomena antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali menjadi perhatian. Kondisi tersebut dirasakan masyarakat cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi para pengguna kendaraan yang harus menunggu lama untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).
Ketua DPRD Kobar, Mulyadin, Sabtu (25/4/2026), menyampaikan bahwa situasi ini perlu segera ditangani secara bersama-sama. Ia menilai, selain berdampak pada kenyamanan warga, antrean juga berpotensi memicu spekulasi di tengah masyarakat terkait ketersediaan dan distribusi BBM.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat memperkuat koordinasi guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Pengawasan di lapangan juga dinilai penting agar penyaluran BBM tetap sesuai aturan yang berlaku.
Mulyadin menambahkan, keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai stok dan jadwal distribusi BBM menjadi langkah penting untuk menghindari kesalahpahaman. Dengan informasi yang jelas, masyarakat diharapkan tidak merasa khawatir berlebihan.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tetap bijak dalam membeli BBM dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Sikap saling menjaga di tengah situasi seperti ini dinilai menjadi kunci agar kondisi tetap kondusif.
Ia berharap, melalui sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, persoalan antrean BBM dapat segera terurai. Upaya bersama tersebut diharapkan mampu menghadirkan distribusi yang lebih tertib, merata, dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh warga. (Yus/K2)









