
Kotawaringin News, Lamandau – Ketua DPRD Kabupaten Lamandau, Herianto mengapresiasi pelaksanaan Festival Budaya Babukung Tahun 2022, yang telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk mengunjungi Kabupaten setempat.
Festival yang rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau itu sudah mulai dilaksanakan sejak tahun 2014 lalu, bertujuan untuk melestarikan seni budaya suku Dayak Tomun.
Tarian ini menggunakan topeng dengan karakter hewan tertentu disebut Luha, sedangkan para penari disebut Bukung. Bukung ini datang dari desa tetangga untuk menghibur keluarga duka sembari menyerahkan bantuan.
“Penampilan tari-tarian Babukung disuguhkan dengan apik oleh para peserta,” sebut Herianto saat dibincangi pada Senin, 1 Desember 2022.
Berakhirnya Festival Babukung ditandai dengan ritual adat Menangkap Bukung sebagai tanda Festival Budaya Babukung Tahun 2022 itu akan berakhir.
Dikatakan Herianto, pihaknya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dalam seluruh proses penyelenggaraan Festival Babukung yang berlangsung dengan sukses tanpa ada hambatan.
“Festival tersebut merupakan ajang yang tepat untuk memperkenalkan tradisi masyarakat Kabupaten Lamandau baik secara lokal, nasional, maupun internasional,” ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, penyelenggaraan Festival Babukung tersebut merupakan ajang yang tepat dalam rangka mempromosikan kepariwisataan berbasis adat budaya Lamandau.
Bahkan, imbuh Herianto, Festival Budaya Babukung Tahun 2022 kembali mendapatkan penghargaan rekor Muri sebagai Kreasi Warna Bukung atau Luha terbanyak.
Diketahui, Kalimantan Tengah memang erat kaitannya dengan Budaya dan Adat Istiadat suku Dayak, salah satunya Kabupaten Lamandau dengan pertunjukan Tari Babukungnya yang masuk dalam 100 Kalender Event Wonderful Indonesia dan Kalender Kharisma Event Nasional (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.(*/BH)









