
Sejumlah mahasiswa tengah belajar via daring di atas pohon di daerah Desa Lubuk Hiju. (Istimewa)
Kotawaringin News, Lamandau – Pemerintah Desa Lubuk Hiju Kecamatan Menthobi Raya Kabupaten Lamandau, merasa aneh dengan para mahasiswa yang memilih naik pohon untuk dapatkan jaringan internet. Padahal, sejak adanya penerapan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan sistem daring (online), Pemdes Lubuk Hiju menggratiskan akses internet di kantor desa tersebut.
Seperti diketahui, sejumlah mahasiswa asal Desa Lubuk Hiju memanjat pohon demi mengikuti kuliah via daring. Mereka adalah mahasiswa yang berkuliah di Palangka Raya. Karena pandemi Covid-19 mereka pulang kampung, dan belajar melalui sistem online. Tapi, dengan signal yang buruk di Desa Lubuk Hiju, mereka pun harus mencari jaringan internet hingga naik ke atas pohon.
“Kami dari Pemdes Lubuk Hiju sudah memberikan pemberitahuan kepada pelajar dan mahasiswa, silahkan menggunakan fasilitas jaringan signal internet milik desa di kantor desa untuk kepentingan belajar selama masa pandemi covid 19,” ucap Sekretaris Desa Lubuk Hiju, Solomo, saat dikonfirmasi via telepon, Senin 22 Juni 2020.
Solomo mengatakan, pelajar dan mahasiswa yang sedang pulang kampung di Desa Lubuk Hiju bisa menggunakan akses internet milik pemdes dengan gratis untuk proses belajar via daring. “Cukup melihatkan kartu pelajar atau kartu mahasiswa. mereka sudah bisa mengakses signal internet gratis di kantor desa,” jelasnya.
Dia menyebut, Pemdes Desa Lubuk Hiju telah menyediakan dua tempat untuk proses belajar para pelajar dan mahasiswa yakni di Kantor Desa Lubuk Hiju serta tempat Sekertaris Desa Lubuk Hiju. “Kita sudah menyediakan dua tempat untuk proses belajar mereka dan itupun harus benar-benar mereka belajar, dan saya tidak mengetahui kenapa mereka tetap memilih naik daratan tinggi dan naik pohon untuk mencari sinyal internet,” ungkapnya.
Solomo mengatakan, di Kantor Desa Lubuk Hiju terdapat 2 unit routter akses internet. Pertama memiliki kecepatan akses internet 2 mbps, dan yang kedua memiliki kecepatan akses internet 6 mbps. “Itu cukup dan bisa mendukung untuk proses belajar mengajar atau belajar via daring itu.” (BH/K2)










