
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Dua bulan dalam pengejaran sejak 10 Juli 2021, 4 orang dan satu penadah, komplotan pembobol Mega Mart, akhirnya dibekuk Satreskrim Polres Kotawaringin Barat, Polda Kalimantan Tengah.
Kelimanya yaitu Sadun alias gondrong, Dodie, Eko Luning Widodo, Rokhmat Karyanto alias Ambon, dan satu tersengka sebagai penada Pawitno, satu orang lagi Pakde Amir masih dalam pengejaran, kini kelimanya meringkuk di balik jeruji besi tahanan Polres Kobar.
Karena melawan petugas saat akan ditangkap, satu orang diantaranya terpaksa di dor petugas. Setelah melakukan perlawanan saat hendak di tangkap.
Mereka ini adalah komplotan spesialis pembobol market dan walet. Mereka pun terlihat berjalan tertatih dan dipapah rekannya, saat diperlihatkan kepada wartawan pada sesi jumpa pers di Mapolres Kotawaringin Barat, Jumat (13/8/2021), pagi.
Wakapolres Kompol Boni Ariefianto menjelaskan, kelima pelaku memiliki peran berbeda saat menjalankan aksinya. Di Pangkalan Bun sendiri, komplotan tersebut beraksi membobol Mega Mart di Jalan Ahmad Yani dan Mega Mart di Jalan Ahmad Wongso, Kecamatan Arut Selatan.
Ada yang mencongkel, ada yang lewat belakang, ada yang mengeksekusi mengambil barang-barang didalam dan ada yang specialis membobol brangkas, ada yang membobol dinding belakang dengan menggunakan bor manual , kata Kompol Boni Ariefianto.
“Nah di Mega Mart tempat mereka membobol berhasil mengambil uang, rokok berbagai jenis, serta parfum sebanyak 1 karung,
membongkar brankas dengan uang, akibat peristiwa ini korban mengalami kerugian sebesar Rp 20 juta,” ungkap Boni Ariefianto.
Beragam barang bukti turut diamankan petugas, antara lain satu buah brangkas warna abu-abu, satu buah linggis, satu buah bor manual beserta dengan matanya, satu buah palu, satu buah mesin grinda, satu buah terminal jek, dan satu buah unit ranmor roda dua Yamaha mio warna hitam tanpa plat.
Barang bukti ini yang digunakan komplotan saat menjalankan aksinya membobol Mega Mart, kata Boni Ariefianto.
Sementara itu Kasatreskrim Polres Kobar, AKP Rendra Aditia Dhani mengatakan, mereka kita deteksi sebagai pemain lintas antar kabupaten bahkan ada beberapa kasus juga sudah kita duga.
Namun, lanjut Kasatreskrim pada kejadian ini kita bisa ungkap pada kasus 363 pembobolan Mega mart, terangnya.
Untuk target mereka selanjutnya, mereka sudah menargetkan beberapa tempat lain, seperti megamart yang lain, Indomaret di seputaran Pangkalan Bun sampai Amin jaya, ungkap Rendra Aditia Dhani.
Mereka ini bekerja dengan terorganisir dan sudah menentukan target, pengalaman yang mereka lakukan sama dengan teknis manual dalam menggunakan bor.
Mereka menggunakan bor manual biasanya lebih lebih murah dan juga tidak bersuara, biasanya kalau menggunakan bor elektrik portable itu bersuara, terang Rendra Aditia Dhani.
Para pelaku ini memahami situasi nya, sebelum kejadian mereka sudah memantau lokasi dan melakukan pengintaian lokasi tersebut sebelum melakukan kejahatannya, pungkas Rendra Aditia Dhani. (Yusbob)








