oleh

Abrasi Ancam Pantai Ujung Pandaran

Sampit, KNews – Pantai Ujung Pandaran merupakan sebuah destinasi wisata yang jaraknya 80 kilometer dari ibu kota kabupaten Kotawarngin Timur (Kotim) yakni Kota Sampit.

Namun kini, pantai yang berada di Kecamatan Teluk Sampit itu terancam tergerus, terkikis oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang menghantamnya tiap detik, menit, jam setiap harinya.

Perlu perhatian dan penanganan serius dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Kotim. Pantai yang terkenal dengan hamparan pasir putihnya itu, saat ini mengalami abrasi yang kian parah.

“Kuatnya gelombang laut Jawa berdampak yang signifikan terhadap kondisi pantai. Pasir di pesisir pantai mengalami pengikisan yang dikhawatirkan dapat merusak aset dan keindahan destinasi wisata ini,” terang Muslih, Pejabat Kades Ujung Pandaran saat dibincangi awak media, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, meski siring permanen penahan gelombang dan bangunan pemecah ombak alternatif telah dibangun, namun belum sepenuhnya dapat melindungi kawasan pantai dari abrasi.

Jika hal tersebut tidak segera ditangani, maka tidak menutup kemungkinan keindahan pantai serta aset tersebut akan rusak. Muslih berharap Pemkab Kotim maupun Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) dapat segera mengatasi permasalahan abrasi di pantai tersebut.

“Kami sudah mengkonfirmasikan masalah ini ke Dinas perikanan dan Kelautan dan kami berharap banyak permasalahan ini segera teratasi,” ujarnya.

Muslih menyebut, masalah abrasi ini jika lambat ditangani maka akan membuat aset yang sudah lama ada ini nantinya hanya tinggal nama.

Tak hanya itu, Ia juga menagih janji pemerintah pusat untuk membangun sabuk pantai sepanjang empat kilometer guna mencegah abrasi yang semakin parah, yang hingga kini belum juga terealisasi.

“Lihat saja abrasinya sangat bahaya, tinggal 8 meter lagi sudah masuh ke jalan. Semoga penangan cepat terealisasi. Jangan sampai pantai ini hanya tinggal nama. Jangan sampai anak-cucu ataupun generasi yang ada tidak dapat menikmati indahnya pantai yang berbelakangan dengan teluk ini,” tukasnya. (Achmad Syihabuddin/KNews-3)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed