
Gambar tangkap layar keluh kesah warga Perigi Raya Ricardo Hutabarat yang disampaikan melalui media sosial facebook Group Komunitas Cinta Lamandau. (Bayu Harisma/kotawaringinnews.co.id)
Kotawaringin News, Lamandau – Nasib seorang warga asal Desa Perigi Raya Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau yang dikarantina di Mess Isolasi Covid-19 PT Gemareksa Mekar Sari, sungguh memprihatinkan. Betapa? Di mess tersebut dia harus terlantar saat menjalani karantina covid-19.
Diketahui, warga yang bernama Ricardo Hutabarat tersebut mengungkapkan keluh kesah di media sosial facebook, Kamis 4 Juni 2020. Karantina di mess tersebut dilakukan karena dirinya baru melakukan perjalanan luar daerah, tepatnya ke Kalimantan Utara (Kaltara).
Selama di mess tersebut, tak ada bantuan sama sekali. Mulai alat mandi hingga kebutuhan pangan pun tak dibantu. Dia harus merogoh kantongnya dalam-dalam untuk memenuhi kebutuhan pribadinya selama dikarantina tersebut. Saat ini, uangnya pun sudah kehabisan, apalagi dia mengaku tidak bisa bekerja untuk menghasilkan rezeki.
Saat ini, dia telah menjalani rapid test sebanyak 2 kali, dan hasilnya negatif. Pun begitu, dia sudah diambil sampel uji swabnya. Namun, dia harus tetap berada di mess tersebut hingga hasil swab tersebut keluar.
Keluh kesahnya ini mendapat tanggapan langsung dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamandau, H Hendra Lesmana. Melalui akun facebook pribadinya Hendra Lesmana memberikan komentar di status keluh kesah Ricardo Hutabarat tersebut.
Dia bakal segera menindaklanjuti keluhan tersebut. Dia pun mengucapkan terimakasih atas informasinya. “Akan segera di tindak lanjuti, tks informasinya,” tulis Hendra Lesmana yang juga menjabat sebagai Bupati Lamandau itu di laman komentar status Ricardo Hutabarat tersebut.
Ini keluh kesah selengkapnya Ricardo Hutabarat di media sosial Facebook Group Komunitas Cinta Lamandau :
Kepada yth :
Bapak H.Hendra lasmana sebagai ketua Tim Gugus covid 19 d lamandau.saya sebagai warga perigi raya,ingin menyampaikan bahwa saya d karantina d PT Gemereksa Mekasari tanpa ada d fasiltasi,seperti mkn,sabun,odol,dan perlengkapan lainnya hanya d kasih mes saja,jadi selama saya sdh d karantina 14 hari mkn saya yg bayar bukan dari PT Gemereksa,sementara protokol dari tim gugus sdh saya jalani,saya mau K PT Gemereksa mekar sari (GMR)untuk menjumpai anak istri saya,kmrn sebelum saya d karantina rencananya mau d pindahkan k mes desa,mpe sekarang saya belum pindah jadi Karantina 14 hari udh saya jlani dan hasil Rapid tes 2 x negatif sekarang saya nambah karantina lagi 14 hari menunggu tes swap,sementara uang saya tdk ada lagi untuk mkn sementara saya tdk bekerja,saya meminta kepada Bapak H.Hendra Lasmana untuk bisa mempertanyakan proses karantina PT Gemereksa Mekar sari.atas peratihaanya bapak saya ucapkan terimakasih.
Atas nama
Ricardo Hutabarat
(BH/K2)









