
Salah seoramg warga pengguna jalan harus berputar melalui jalan kampung RT 3 Desa Bina Bhakti karena ada pengerjaan box culvert di ruas jalan poros penghubung antar desa di wilayah Kecamatan Sematu Jaya tersebut. (Bayu Harisma)
Kotawaringin News, Lamandau – Pembangunan box culvert di ruas jalan poros Desa Bina Bhakti dikeluhkan warga. Jalan poros Desa Bina Bhakti tersebut menjadi ruas penghubung antar desa di wilayah Kecamatan Sematu Jaya Kabupaten Lamandau.
Salah seorang warga Desa Bina Bhakti, Hermawan mengatakan, banyak masyarakat pengguna jalan mengeluh. Pasalnya, kontraktor pembangunan box culvert tersebut tidak membuat jembatan sementara untuk melewati jalan poros tersebut. Alhasil, setiap pengendara kendaraan harus berputar melewati jalan kampung RT 2. Namun, saking seringnya dilewati truk besar, jembatan yang berada di RT 2 tersebut malah rusak. “Rusak itu jadinya. Kenapa kontraktornya itu gak bikin jembatan sementara?” tanyanya.
Dia melanjutkan, setelah jalan kampung RT 2 rusak, kini para pengguna jalan disuruh mutar ke jalan RT 3 Desa Bina Bhakti. Parahnya, jalan tersebut menjadi rusak parah setelah pengalihan tersebut. Jalan bergelombang, kriting dan berlobang cukup dalam. Hal ini membuat warga semakin kesusahan untuk menlintas jalan tersebut. “Itu jalan poros penghubung sejumlah desa di wilayah Sematu Jaya. Banyak warga desa yang beraktivitas melewati jalan tersebut.”
Warga lainnya, Suwartono meminta agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lamandau melakukan tinjauan ke lapangan. Sehingga, bisa mengambil tindakan kepada pelaksana pekerjaan. Seperti diketahui, lanjut dia, dalam papan proyek, pekerjaan peningkatan Jalan Bina Bakti tersebut dilaksanakan oleh CV Widya Karya. Pembangunan box culvert tersebut tergabung dalam item peningkatan Jalan Bina Bhakti. Dalam papan proyeknya, peningkatan jalan Bina Bhakti tersebut bernilai kontrak Rp1.783.950.000. “Jika ini dibiarkan, maka semakin banyak jalan kampung yang rusak. Hal ini juga berdampak pada roda perekomian, karena akses jalan yang sulit dilalui. Seyogyanya pembangunan itu memberi manfaat bagi masyarakat bukannya malah makin sulit.” (BH/K2)









