
Sejumlah mahasiswa tengah belajar via daring di atas pohon di daerah Desa Lubuk Hiju. (Istimewa)
Kotawaringin News, Lamandau – Perjuangan sejumlah mahasiswa universitas di Palangka Raya asal Desa Lubuk Hiju Kecamatan Menthobi Raya Kabupaten Lamandau untuk menimba ilmu, patut diacungi jempol. Betapa? Dia rela memanjat pohon demi mengikuti kuliah via daring (online). Seperti diketahui, di desa tersebut sungguh sulit untuk mendapatkan jaringan online.
Warga Desa Lubuk Huju, Ebi Sugia mengatakan, ada banyak mahasiswa asal Desa Lubuk Hiju yang rela memanjat pohon demi mendapatkan signal internet. Mereka silih bergantian di atas pohon untuk belajar via online tersebut. “Diatas setiap (pohon) itu bisanya hanya untuk 3 orang. Ada dua pohon jadi 6 orang. Mereka bergantian, yang lainnya menunggu di bawah pohon.”
Saat melihat mereka, katanya, yang berada di atas pohon ada sekitar 6 orang mahasiswa. Yakni Wewi, Tanti, Milka, Eprin, Dita dan Dipo. Sedangkan lainnya, di bawah pohon menunggu giliran. “Pas saya lihat itu yang berada diatas pohon pas di photo tu.”
Dia menyebut, mereka adalah mahasiswa yang berkuliah di Panglangka Raya. Karena pandemi Covid-19 mereka pulang kampung, dan belajar melalui sistem online. Tapi, dengan sinyal yang sulit di Desa Lubuk Hiju, mereka pun harus mencarinya hingga naik ke atas pohon. “Keterbatasan sinyal di kampung lah memaksakan mereka harus memanjat pohon dan menaiki dataran tinggi,” jelasnya Ebi.
Diketahui, pandemi covid-19 sangat berdampak terhadap sendi kehidupan masyarakat, termasuk di bidang pendidikan. Sistem pembelajaran terpaksa harus diterapkan secara online. Baik sekolah maupun perguruan tinggi harus menerapkan sistem pembelajaran daring. (BH/K2)










