
RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun - Kalimantan Tengah
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menjadi salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan kategori risiko tingginya penyebaran Coronavirus Disease atau Covid-19.
“Hal itu ditunjukkan dengan semakin meningkatnya kasus Covid-19 di Bumi Marunting Batu Aji”, Jumat (11/12/2020)
Berdasarkan data penyebaran pasien terkonfirmasi positf Covid-19 terbaru, terjadi penambahan sebanyak 159 kasus, sehingga total akumulasi sejak awal pandemi Covid-19 di Kobar mencapai 1556 kasus.
Sementara untuk penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang baru dirawat mencapai 153 orang dengan jumlah kesembuhan sebanyak 6 orang dan total yang meninggal dunia sebanyak 24 orang dengan jumlah dalam perawatan secara akumulatif mencapai 750 orang.
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kobar, Jhonferi Sidabalok mengatakan bahwa per hari Kamis (10/12) kemarin, Kabupaten Kobar kembali terjadi penambahan sebanyak 159 kasus dan semua daerah di Kabupaten Kotawaringin Barat berisiko tinggi penyebaran Covid-19.
“Tidak ada kecamatan di Kobar yang tidak bahaya, semua wilayah di Kobar saat ini sudah menjadi daerah yang berisiko terdampak covid 19,” terangnya.
Mengingat saat ini jumlah akumulasi kasus Covid-19 hanya terpaut sekitar 100 kasus dengan Kota Palangka Raya.
Jhonferi menegaskan bahwa hal itu karena Satgas Covid-19 aktif menemukan kasus baru dengan melakukan tracking, testing, dan treatment secara masif.
Terpisah Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr Fachrudin membenarkan terjadi penambahan sebanyak 159 ini dengan 153 kasus diantaranya merupakan hasil tes usap yang dilakukan pada tanggal 4 Desember 2020 dari RS Doris Silvanus Palangka Raya.
Ia juga menyebut bahwa saat ini ruang isolasi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun sudah penuh sehingga seluruh pasien menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, kata Fachrudin.
“Penambahan terbanyak dari Kecamatan Arut Selatan, karena kamar isolasi masih penuh, maka mereka isolasi mandiri, sementara ini angka peningkatan kasus tidak berbanding lurus dengan angka kesembuhan”.
bukan karena sulitnya penyembuhan pasien, tetapi karena yang terpapar tambah banyak dan tidak mematuhi protokol kesehatan dan untuk pasien yang dirawat rata-rata 10 hari perawatan bisa pulang kembali.
“Kita juga masih menunggu hasil swab di Kobar sekitar 400 sampel lagi. Tentu berharap dari ratusan sampel tersebut hasilnya banyak yang negatif. Dengan ini saya berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Jangan sampai menambah daftar panjang jumlah terkonfirmasi positif,” harapnya. (yusbob)







