Menu

PT SAL Diduga ‘Tutup Mata’ Terhadap Karyawannya yang Alami Kecelakaan Kerja

Bayu Harisma

Kotawaringin News, Lamandau – Seorang Karyawan PT Sumber Adinusa Lestari (SAL) di Kabupaten Lamandau bernama Risky Saputra mengalami kecelakaan kerja, Minggu 10 November 2019.

Berdasarkan dari surat terbuka yang dilayangkan oleh Kepala desa Sekoban, Udara kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau, mengungkap bahwa sekitar pukul 11.00 WIB, sang kepala desa ini didatangi kakaknya Risky Saputra (Odup) dengan napas terengah-engah, wajah pucat pasi dan hampir-hampir menangis. Odup, memintanya untuk diantar ke Nanga Bulik karena ada kabar Rizky mengalami kecelakaan terkena ledakan tabung gas di pabrik PT SAL. “Tanpa banyak tanya maka saya antar mereka sekeluarga dengan perjalanan 1,5 jam dari kampung ke Nanga Bulik.”

Sesampainya di RSUD Lamandau, lanjut Udara, terlihat ambulans yang siap mengantar korban Rizky ke Pangkalan Bun. “Saya sempat melihat ke dalam ambulans kalau anak tersebut mungkin dalam keadaan koma.”

Menurutnya, Rizky dirujuk ke RSUD Pangkalan Bun untuk dilakukan operasi pengambilan serpihan-serpihan besi yang tertancap ditubuhnya. “2 hari setelah itu saya berkunjung ke RSUD Imanuddin Pangkalan Bun dan mendapati anak tersebut masih tertidur tak berdaya sesekali dia memanggil org tuanya utk didudukan namun matanya tidak bisa membuka,” ungkapnya sedih.

Dalam surat terbuka itu, Udara menyayangkan manajemen PT SAL yang seolah tutup mata. Semenjak dirinya mengantar ke rumah sakit hingga kini manajemen PT SAL belum ada sepeserpun memberi uang untuk keperluan keluarga yang menjaga/menunggu. “Padahal mereka perlu makan dan minum dan mungkin sesekali perlu uang untuk menebus obat di apotik diluar Rumah Sakit. Apakah sekelas perusahaan tidak punya dana darurat utk hal-hal seperti ini? Sangat miris!!! Apakah perusahaan tdk punya dana cash sama sekali utk mengurangi beban kluarga???” Tulis dia.

Manajemen PT SAL yang menjenguk hanya menyarankan kepada keluarga untuk menalangi dulu jika ada keperluan yang memerlukan uang cash, “hebat sekali sarannya,” sindir dia.
Dia meminta kepada manajemen PT. SAL, untuk memperhatikan kebutuhan keluarga yang menjaga Rizky. Walaupun pihak perusahaan telah berjanji bakal menanggung semua biaya perawatan. “Tolong antarkan satu juta, dua juta atau berapapun perusahaan anda mampu berikan. Jangan tutup mata.”

Sementara itu, Humas PT SAL, Suali tidak menampik kejadian kecelakaan kerja tersebut. Dia pun memastikan, PT SAL bakal menanggung semua biaya pengobatan Rizky Saputra. Menurutnya, Rizki adalah kepala gudang, dan sudah selayaknya memakai perangkat K3 saat bekerja. Apalagi, klaim Suali, setiap hari manajemen perusahaan selalu mengingatkan untuk K3. “Setiap hari pak. Sampai kadang-kadang malu soalnya kan diingatkan setiap hari.”

Dia pun memastikan bahwa Rizki Saputra telah didaftarkan BPJS ketenagakerjaan oleh manajemen PT SAL. “Oh sudah pasti lah pak masuk BPJS,” ujar dia melalui sambungan telepon, Rabu 13 November 2019.

No comments

Tinggalkan Balasan

Panglima Utar

Ikuti Kami Di Facebook