Menu

Pemilik Perusahaan akan Tuntut Pelaksana PT IMP

Tim

Kotawaringin News, Seruyan – Pemilik awal PT Indomineralita Prima (IMP) Goh Khian Leong atau yang akrab disapa Desmon, akan melakukan upaya hukum terhadap pelaksana perusahaan pertambangan tersebut, yakni Paul dan istrinya, Ninda Rahayu. Pasalnya, pasangan suami istri tersebut ditengarai telah menguasai PT IMP tanpa melibatkan dia dan istrinya, Suprihatini, selaku jajaran direksi.


“Kami merasa dirugikan karena aturannya jelas bahwa pemilik perusahaan setidaknya memiliki saham sekurang-kurangnya lima persen, tidak boleh nol,” beber Desmon melalui sambungan telepon belum lama tadi.


Ia menuturkan, dia maupun istrinya tidak mengenal Paul yang disebut-sebut merupakan investor dari Amerika.
“Tidak pernah samasekali bertemu dengan yang namanya Paul,” cetusnya.

Terkait dengan permasalahan PT IMP, lanjut Desmon, dia hanya berurusan dengan Gunawan Tue, salah seorang pengusaha dari Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Ia menduga, Gunawan yang mendatangkan Paul untuk sebagai investor di PT IMP.
“Memang saya ada masalah hutang piutang dengan Gunawan Tue. Perusahaan itu sebagai jaminannya. Tapi hutang saya ke Gunawan sudah ada saya cicil. Dan saya masih punya hak atas perusahaan itu. Tapi kenapa saya tidak dilibatkan dalam kepemilikan saham?”.

Disamping itu, lanjut Desmon, Gunawan dan Paul serta istrinya sebagai pelaksana dan atau pengelola PT IMP saat ini, diduga telah melakukan tindak pidana pemalsuan Izin Pelepasan Kawasan Hutan (IPKH). Pasalnya, dia meyakini, Kementerian Kehutanan RI belum mengeluarkan dokumen perizinan tersebut.
“Kalau Kementrian Kehutanan benar sudah mengeluarkan, itu artinya tanda tangan kami yang dipalsukan oleh mereka Paul untuk mengajukan permohonan IPKH,” tandasnya.

Lebih lanjut Desmon menegaskan, terkait dengan rencana upaya hukum tersebut, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan lawyer. Dalam waktu segera pihaknya akan mengirim pengaduan dan atau pelaporan tersebut. “Langsung ke Mabes (Polri) lah,” tutup Desmon.

Sementara itu, saat dimintai konfirmasi perihal tersebut, pihak PT IMP melalui Jatmiko selaku penanggungjawab lapangan, enggan memberikan klarifikasi. Dia berdalih bahwa perihal tersebut merupakan urusan management di kantor pusat di Jakarta. “Kalau soal itu saya tidak tahu,” kata Jatmiko.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa PT IMP, perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Rantau Pulut, Kabupaten Seruyan, nekad beroperasi padahal izinnya diduga bermasalah. (gza)

No comments

Tinggalkan Balasan

Ikuti Kami Di Facebook