
Ilustrasi perahu nelayan ditengah laut/Net
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Nelayan jalan Bahari Rt 009 RW 003 Kelurahan Kumai Hilir Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng, dilaporkan hilang saat melaut di daerah tanjung puting laut, Minggu (20/12/2020)
Salah seorang warga bernama Misnun melaporkan, dalam surat laporan tersebut berisikan:
Dengan ini kami melaporkan bahwa suami kami dan anak kami bernama Nanang Iskandar (41) dan Isro Mi’roj belum kembali dari melaut menjaring ikan di daerah tanjung puting laut sejak Sabtu 12 Desember 2020, dan menurut perkiraan kami akan datang pada hari Kamis 17 Desember 2020, karena kebutuhan dilaut cuma untuk waktu 4 atau 5 hari kerja.
Surat tersebut di ketahui ketua RT dan ditujukan ke Polsek Kumai.
Sementara itu Kapolsek Kumai AKP Ancas Apta Nirbaya saat di Konfirmasi Kotawaringin News membenarkan ada laporan dan akan di teruskan ke Satpol Airud, karena tugas di air fungsinya Polairud, kita terus pantau, ucapnya.
Sementara itu salah satu anggota Basarnas Pangkalan Bun Ridwan saat dikonfirmasi juga membenarkan bahwa ada laporan, menurutnya peristiwa hilangnya korban, kata dia, belum bisa dipastikan pukul berapa, tim Sar saat ini sedang melakukan kroscek dan memberikan himbauan kepada perahu-perahu yang melintas apabila menemukan ciri-ciri yang disebutkan agar segera menghubungi.
Saat ini kondisi cuaca buruk ditambah gelombang cukup tinggi, tadi kita hanya melakukan kroscek saja, insyaallah dilanjutkan besuk, sambil menunggu arahan.
Sementara itu Danposal Kumai Letda Rio Kusuma juga membenarkan ada nelayan hilang, pihaknya berkordinasi dengan tim Sar, iya mas tadi saya juga di hubungi Wakil Bupati Kotawaringin Barat Ahmadi Riansyah.
Meskipun demikian, Danposal memberikan himbauan kepada nelayan lain, nelayan tetap harus waspada, mengingat keamanan selama melaut juga dipengaruhi oleh kondisi perahu nelayan dan cuaca. (yusbob)









