
Anggota Komisi Vl DPR RI Muhktarudin turun ke pasar dan langsung blusukan dan masih menemui pedagang yang mengabaikan protokol kesehatan, sambil menghimbau agar selalu mengikuti protokol kesehatan. Sabtu, 2 Januari 2021
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhtarudin menyatakan cara menyelamatkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada masa wabah corona ini adalah dengan mengatasi permasalahan pandemi secara menyeluruh, Sabtu (2/1/2021).
UMKM ditengah pandemi Covid-19. Membuat Anggota Komisi Vl DPR RI Muhktarudin turun ke pasar dan langsung blusukan dan masih menemui pedagang yang mengabaikan protokol kesehatan, sambil menghimbau agar selalu mengikuti protokol kesehatan.
“Bagi saya, bukan pada persoalan UMKM ditingkatkan atau kemampuan di dalam pasar daring online shop, bukan persoalan itu, Justru muara dari semua persoalan ini adalah belum dapat mengendalikan penyebaran Covid-19,” katanya.
Mukhtarudin juga mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 berdampak kepada melemahnya daya beli masyarakat sehingga mengakibatkan daya tahan UMKM semakin rentan pada saat ini.
Untuk itu, ujar dia, pemerintah perlu menjadikan permasalahan ini sebagai prioritas penanganan dengan mendorong peningkatan konsumsi masyarakat terutama terhadap produk pangan yang saat ini menjadi sektor yang memiliki prospek baik untuk bertahan dan berkembang di tengah pandemi, ucap Muhktarudin.
“Pandemi corona ini mengakibatkan hilangnya market (pasar). Tentu juga menyebabkan persoalan daya tahan terhadap UMKM semakin rentan. Turunnya daya beli ini menjadi skala prioritas bagi publik dalam mengonsumsi kebutuhan terhadap pangan,” kata politisi Partai Golkar tersebut.
Ia mengingatkan bahwa berdasarkan data dari BPS serta beberapa survei yang telah dilakukan oleh institusi pemerintah lainnya, hampir seluruh sektor industri mengalami penurunan pendapatan selama pandemi ini, terang Muhktarudin.
Dinilai Muhktarudin, terdapat dua sektor lainnya selain sektor pangan yang dinilai memiliki prospek bagus, yakni alat kesehatan dan industri yang berkaitan dengan penanganan COVID-19 itu sendiri.
Hal itu, ujar dia, karena pelaku usaha tetap saja masih kesulitan untuk menjalankan usahanya saat ini karena ketatnya persaingan usaha sehingga pelaku usaha menurunkan nilai jual yang justru berimbas pada melemahnya daya tahan korporasi.
Mukhtarudin juga berpesan, kepada pelaku UMKM yang ada khususnya yang berjualan di pasar, hendaknya selalu menerapkan protokol kesehatan, hal ini demi memutus mata rantai penularan Covid-19, pungkasnya. (yusbob)







