Menu

Lamandau Jadi Nominator Utama Kabupaten Layak Anak Se-Kalteng

Bayu Harisma

Kotawaringin News, Lamandau – Upaya untuk mewujudkan Kabupaten Lamandau sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau, mulai dari membangun sarana hingga membentuk kelembagaanya. Bahkan, pada tahun 2019 ini berhasil menjadi nominator utama KLA se-Kalteng. 

Hal itu seperti disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan  Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kalteng, Tangkudung, saat memberikan paparan kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) percepatan pelaksanaan dan penguatan kelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG) Kabupaten lamandau, di aula BKD, Rabu (15/5/2019).

“Kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemkab Lamandau, utamanya di bidang perlindungan anak dan perempuan. Dan, kini Kabupaten Lamandau menjadi yang terdepan dan  menjadi nominator sebagai kabupaten layak anak,” ungkapnya. 

Dirinya menyebut, setidaknya ada 24 indikator yang harus dipenuhi suatu daerah untuk dapat dinyatakan menjadi kabupten/kota layak anak, yakni diantaranya harus memiliki Peraturan Daerah (Perda) KLA, terlembaga KLA, keterlibatan masyarakat, dunia usaha dan media, tersedianya informasi layak anak dan lain sebagainya. 

“Dalam waktu dekat, akan ada tim penilai yang akan datang ke Kabupaten Lamandau untuk memberikan penilaian, baik secara kelembagaan, kesiapan dan sarana prasarana,” ujarnya. 

Dirinya berharap, kedepan semua indikator KLA bisa dipenuhi oleh Kabupaten Lamandau. 

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Lamandau, Riko Porwanto, mengatakan, bahwa PUG adalah strategi yang dibangun untuk mengintegrasikan gender menjadi suatu dimensi integral dari perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program pembangunan nasional.

“Tentu harapan kita dalam pelaksanaan pembangunan, khususnya di Kabupaten Lamandau dapat tercapai kesetaraan gender atau kesamaan kondisi baik laki-laki maupun perempuan,” ucapnya. 

Sehingga, kata dia, sama-sama memperoleh kesempatan dan hak-haknya sebagai manusia untuk mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan, dan kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan.

Baca Juga Berita Lainnya

No comments

Tinggalkan Balasan

Ikuti Kami Di Facebook