
Salah seorang pengunjung wisata alam saat menikmati secangkir kopi kala sunrise di atas Bukit Kubau. (Istimewa PWI Lamandau)
Kotawaringin News, Lamandau – Pesonanya tak pernah pudar. Lukisan alam yang sempurna menggoda bagi para penikmat wisata. Segala macam keindahaan itu tersaji di destinasi wisata Bukit Kubau di Desa Lubuk Hiju, Kecamatan Menthobi Raya, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah.
Sebelum sampai di puncak Bukit Kubau, para pengunjung sudah dapat langsung menyiapkan smartphone dan peralatan kamera untuk mengabadikan momen selama perjalanan pendakian.
Di pos satu, pengunjung disambut dengan bening dan jernihnya Sungai Topalan. Bebatuan yang terhantam derasnya air sungai bisa dijadikan spot foto yang ciamik. Pengunjung pun dapat berfoto ria sembari merasakan segarnya mandi di sungai tersebut.

Berlanjut ke pos dua, pengunjung disajikan dengan indahnya batu besar berdiameter sekitar 20 meter. Batu yang bernama Patopa Tuban itu mampu menjadi tempat peristirahatan sementara para pengunjung yang menuju puncak Bukit Kubau. Di salah satu sisinya, batu tersebut berbentuk lengkungan seperti goa, sedangkan atasnya menjorok keluar bak payung.

Pos tiga, adalah pos terakhir sebelum pengunjung mendaki ke puncak Bukit Kubau. Pos ini sangat bagus untuk spot foto karena berlatarkan puncak Bukit Kubau. Di sana juga, terdapat rumah singgah untuk melepas lelah sebelum mendaki Puncak Bukit Kubau.

Nah, di Puncak Bukit Kubau, pengunjung bisa mengabadikan momen. Kabarnya, bukit ini menjadi tempat yang paling tinggi di Kabupaten Lamandau. Seluruh keindahan pun tersaji di Puncak Bukit Kubau. Selain bisa menikmati langsung sunrise dan sunset, pengunjung bak berada di atas awan. Luasnya hutan tampak anggun di kejauhan.
Selain terdapat spot foto Instagramable, Bukit Kubau juga sangat cocok bagi wisatawan yang menyukai keheningan. Bukit ini berada jauh dari wilayah pemukiman warga. Udara sejuk dan suasana hening sangat dirasakan di tempat ini.
“Semua lelah selama perjalanan pendakian, terbayar sudah. Merasakan kedamaian melihat bumi yang indah. Menyaksikan terbit dan tenggelamnya matahari. Berada di atas awan. Pokoknya utara, barat, timur, selatan, semuanya kelihatan begitu indah,” kata Bintang Rahmadi, pengunjung asal Nanga Bulik, Lamandau. (Bayu Harisma/K2)










