oleh

Izin Reuni 212 di Monas Tunggu Kebijakan Anies

Kotawaringin News, Nasional – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta Taufan Bakrie mengatakan, keputusan soal penggunaan kawasan Monumen Nasional (Monas) untuk ajang reuni 212 ada di tangan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Saat ini, kata dia, belum ada keputusan terkait hal tersebut.
“Bapak aja kebijakannya, kita enggak bisa memutuskan,” kata Taufan saat dihubungi, Selasa (17/11).

Taufan mengatakan, pihaknya tak bisa mengambil keputusan ataupun memberikan rekomendasi kepada Anies terkait rencana Persatuan Alumni 212 (PA 212) soal rencana reuni di Monas. Namun begitu, Taufan mengaku telah mengingatkan Anies bahwa ada Peraturan Gubernur Nomor 80 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi.

Dalam Pasal 4 ayat (4) beleid tersebut menyatakan bahwa area publik dan tempat lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan massa masih dibatasi.

“Bukan rekomendasi kita hanya mengingatkan saja bahwa ada pergub dan bahwa Monas itu masih tertutup untuk umum itu aja,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Perwakilan Ombudsman DKI Jakarta Teguh Nugroho mengingatkan Anies tak bisa dengan mudah memberikan izin penggunaan Monas untuk reuni 212. Terlebih, jika acara tersebut melibatkan massa dalam jumlah besar.

“Jelas gubernur tidak bisa dengan mudah memberikan izin penggunaan monas untuk reuni atau acara apapun yang melibatkan massa dalam jumlah besar,” kata Teguh.

Menurut dia, Anies selaku Gubernur harus mengedepankan perlindungan kesehatan masyarakat. Ia juga meminta Anies berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait rencana reuni 212 di Monas.

“Ini bagian dari pelayanan publik secara keseluruhan terhadap perlindungan kesehatan masyarakat,” ujar Teguh.

“Seharusnya gubernur dan pemerintah pusat menentukan langkah-langkah pencegahan sedari awal terkait hal tersebut, karena masalah tersebut lintas provinsi, walaupun acaranya diselenggarakan di Monas, di Jakarta,” kata dia menambahkan.

Reuni 212 mencuat sejak kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia, 10 November lalu. Rencana tersebut mendapat kritik sejumlah kalangan karena dilakukan pada masa pandemi virus corona.

Namun Ketua PA 212 Bernard Abdul Jabbar tetap kukuh dengan rencana menggelar Reuni 212 di Monas. Ia berdalih jika dilaksanakan, Reuni 212 digelar dengan mematuhi protokol kesehatan. (CNN Ind)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed