oleh

Ini Nama Perusahaan yang Menyerah Selesaikan Pasar Induk Lamandau

Kotawaringin News, Lamandau – Kontraktor pengerjaan bangunan di kawasan Pasar Induk Lamandau, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, menyerah. Hingga akhir tahun 2020, progres pekerjaan bangunan tersebut hanya mencapai 70,1 persen.

Di data LPSE Lamandau, perusahaan dengan nama CV Putra Borneo Mandiri menjadi pemenang tender pengerjaan bangunan tersebut. Nama paket pekerjaan tersebut yakni Kontruksi Fisik Pasar Rakyat Nanga Bulik II.

Masih berdasar data LPSE, alamat perusahaan tersebut berada di Dusun Panca Karya RT 008 RW 000 Desa Teluk Batang Kanyong Utara Kalimantan Barat.

Pekerjaan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Perdagangan tersebut memiliki Pagu Rp2,249 miliar. Namun pada proses setelah lelang, perusahaan yang memenangi tender ini menawar dengan nilai Rp1,999 miliar. Alhasil, kontrak pun disesuaikan dengan nilai penawaran tersebut.

Screenshoot paket pekerjaan bangunan di areal Pasar Induk Lamandau. (Bayu Harisma)

Menurut Kepala Disperindagkop Lamandau, Penyang Lanen, selama proses pengerjaan bangunan tersebut, Disperindagkop Lamandau menjalin kominikasi dengan sangat intens. Pengawasan dan kontrol pekerjaan selalu dilakukan Disperindagkop Lamandau demi terlaksananya pekerjaan itu dengan tepat waktu. Namun, kontraktor yang mengerjakan proyek itu terus mengalami kendala. Hingga kontraktor keterlambatan pengerjaan, dari jadwal yang sebelumnya ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020. “Mereka menyerah. Untuk bangunan pasar yang dibelakang (bangunan ketiga) hanya mampu dikerjakan 70,1 persen,” kata Penyang.

Dia melanjutkan, ketidakmampuan kontraktor itu dalam mengerjakan bangunan yang seyogyanya bakal dijadikan untuk tempat berjualan sayur mayur dan ikan tersebut, membuat Disperindagkop Lamandau mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak kerja. “Tentu karena ini aturan dan mereka tak bisa mengerjakannya, kami melakukan pemutusan kontrak kerja, dan perusahannya di Blacklist (masuk daftar hitam),” pungkasnya.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan di lapangan, bangunan ketiga di areal Pasar Induk Lamandau ini tampak yang paling parah. Diduga, bangunan yang juga dijadikan tempat untuk jual sayur dan ikan tersebut tak selesai dikerjakan. Tampak, pasir hingga batu koral masih menumpuk di halaman gedung itu. Pengerjaan bangunan bagian depannya, masih amburadul. Jangankan finishing bangunan, pintu-pintu tiap los (ruang jualan) pun tak ada. Bahkan, bangunan itu tak bisa dioperasionalkan. (BH/K2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed