Menu

Gegara Corona, Industri Pariwisata Di Lamandau Mati

Kotawaringin News, Lamandau – Industri Pariwisata merupakan salah satu bidang yang sangat terdampak akibat mewabahnya corona virus disease (Covid- 19), apalagi sejatinya pariwisata menjadi salah satu program unggulan yang terus ditingkatkan di Bumi Bahaum Bakuba.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lamandau H Hendra Lesmana mengatakan bahwa pemerintah daerah bersama dinas terkait akan melaksanakan evaluasi guna menangani dampak corona di bidang pariwisata.

“Iya, pariwisata tentu sangat terpukul dengan adanya wabah covid- 19, untuk itu melalui dinas pengampu, kita akan melakukan evaluasi dan pendataan untuk mengetahui sejauh mana dampak corona bagi usaha pariwisata kita,” ungkap Bupati Hendra.

“Kita juga akan dorong agar disediakan bantuan stimulan di bidang pariwisata untuk membantu mereka dalam mempertahankan ekonomi akibat covid- 19 ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lamandau, Meigo mengatakan pihaknya telah melaksanakan upaya pencegahan penyebaran coronavirus di bidang pariwisata. “Terkait wabah covid 19, memang benar bahwa sektor pariwisata merasakan dampaknya. Kami telah meneruskan instruksi Pak Bupati dengan menutup objek wisata pada tgl 02 April 2020,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin 20 April 2020.

Dinas Periwisata Lamandau, lanjut Meigo, senantiasa mengimbau kepada para pengelola jika ada wisatawan yang datang, pengelola wajib memberitahukan kepada pengunjung dengan santun tentang adanya penutupan tersebut dalam rangka memutus mata rantai covid 19.

“Terkait¬† dampaknya, Kami tentu melakukan evaluasi atas dampak bagi pelaku wisata dan menyampaikan hasil evaluasi tm kepada pimpinan utk dijadikan keputusan selanjutnya,” Jelasnya.

Sementara itu, Ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) desa Riam Tinggi Kecamatan Delang, Endang Santo mengatakan bahwa pihaknya sangat terdampak adanya kebijakan menutup sementara lokasi wisata akibat adanya wabah corona.

“Sangat terdampak dengan adanya pandemi corona ini, karena mau tidak mau kami harus menutup sementara tempat wisata, kalau biasanya selalu ada pengunjung yang datang setiap hari, sekarang tidak ada pemasukan sama sekali,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (19/4/2020).

Padahal, lanjut Endang, kegiatan rutinitas seperti perawatan wahana wisata tetap harus dilakukan agar nantinya tidak terjadi kerusakan, namun dalam situasi seperti ini menjadi tidak maksimal karena tidak adanya pemasukan karena harus ditutup sementara.

“Semoga saja, ada bantuan pemerintah yang dapat menolong kami, sehingga wisata kami tetap siap dikunjungi setelah wabah ini mereda,” harapnya. (BH/K2)

No comments

Tinggalkan Balasan

Panglima Utar

Sensus Penduduk 2020

Ikuti Kami Di Facebook