
Wabup Lamandau Riko Porwanto tengah memimpin pertemuan dengan sejumlah pihak, mulai dari Kades, Camat, Dinas PUPR sampai dengan pihak dunia usaha yang beroperasi di wilayah Kecamatan Bulik Timur agar dapat mencari solusi dalam perbaikan jalan rusak.
Bayu Harisma
Kotawaringin News, Lamandau – Jalan utama di wilayah Kecamatan Bulik Timur, tepatnya jalan yang menghubungkan antara desa Beruta, desa Bukit Jaya hingga desa Pedongatan, kondisinya saat ini rusak parah.
Akibatnya, warga desa sekitar yang dalam sehari-hari beraktifitas melintasi jalan tersebut sangat mengeluh. Jangankan roda dua, bahkan kendaraan roda empat apabila tidak memiliki double gardan, kesulitan untuk melintasi ruas jalan tersebut.
Karenanya, sebagai respon cepat menyikapi kerusakan jalan di wilayah Kecamatan Bulik Timur itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau, Selasa (18/6/2019), mengundang sejumlah pihak, mulai dari Kades, Camat, Dinas PUPR setempat sampai dengan pihak dunia usaha yang beroperasi di wilayah Kecamatan Bulik Timur agar dapat mencari solusi atau mengatasinya.
“Hari ini kita sengaja mengundang beberapa pihak untuk mencari solusi memperbaiki kerusakan jalan di wilayah Kecamatan Bulik Timur, karema saat ini kondisinya sudah rusak parah,” ungkap Wakil Bupati Lamandau, Riko Porwanto, ditemui usai memimpin pertemuan dan pihak terkait lainnya.
Dirinya menyebut, perlunya dilakukan perbaikan secara cepat, bukan hanya untuk kepentingan satu pihak semata. Akan tetapi merupakan kepentingan semua pihak, mulai dari masyarakat sampai dunia usaha itu sendiri, terlebih setiap harinya dunia usaha atau perusahaan melintasi jalan tersebut untuk mengangkut hasil produksinya.
“Alhamdulillah, tadi dari beberapa perusahaan juga siap membantu dan mendukung perbaikan jalan dimaksud. Ada yang siap menyediakan alat berat, angkutan sampai material untuk menimbun jalan yang rusak,” ujarnya.
Dia menambahkan, bahwa setelah pertemuan tersebut, tim dari dinas PUPR akan turun ke lapangan untuk memastikan berapa panjang ruas jalan yang kondisinya rusak. Karena dari laporan sejumlah pihak, sedikitnya ada 6 titik yang amblas dan berlumpur hingga 1,5 meter.
“Kita upayakan perbaikan jalan dapat secepatnya dilakukan, minimal bisa fungsional dulu. Sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan melewati ruas jalan tersebut, dan yang tidak kalah pentingnya arus lalu lintas barang juga semakin lancar.”









