
Direktur Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas) Brigadir Jenderal TNI (Mar) Rasman. (ANTARA/Dewa Wiguna)
Kotawaringin News, Nasional – Direktur Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas) Brigadir Jenderal TNI (Mar) Rasman mengungkapkan kapal milik Basarnas mengalami benturan dengan kapal milik Kementerian Perhubungan saat melaksanakan operasi pencarian korban Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu.
“Ada kerusakan sedikit di kapalnya Basarnas tapi tidak mengganggu operasional,” katanya ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Dia menjelaskan benturan Kapal Basarnas dengan kapal milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub yang menjadi bagian operasi SAR itu terjadi pada Selasa, dini hari akibat cuaca buruk.
Meski ada sedikit bekas kerusakan kapal akibat mengalami benturan, Rasman menyebut kedua kapal tersebut masih bisa difungsikan untuk melakukan pencarian.
“Kapal itu masih ada di tengah laut. Benturan tidak mengganggu operasional,” pungkasnya.
Sebagai informasi, dalam pencarian hari ini, operasi pencarian korban dan material pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pagi ini terkendala akibat cuaca yang tidak bersahabat.
Angin kencang di sekitar perairan Kepulauan Seribu mengakibatkan munculnya gelombang tinggi. Sehingga, menyulitkan tim SAR melakukan pencarian.
Rencananya, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban pesawat, bagian mesin pesawat, serta black box dengan jenis cockpit voice recorder (CVR).
Operasi SAR gabungan saat ini memasuki hari ke-11 dan merupakan perpanjangan kedua hingga 21 Januari 2021.
Tim SAR gabungan mengerahkan sekitar 60 kapal dari sejumlah instansi, kemudian perahu dan alat utama laut sekitar 21 unit, serta ambulans puluhan unit.
Tim SAR gabungan juga didukung tiga kapal yang memiliki kemampuan mendeteksi objek bawah laut yakni Kapal Rigel, Baruna Jaya, dan Kapal Ara.










