
Kotawaringin News, Lamandau – Selain kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lamandau juga tergolong tinggi.
Pasalnya, diawal tahun 2020 saja (Januari-Pebruari) berdasarkan laporan yang masuk ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamandau tercatat sudah terjadi 11 kasus DBD.
Hal itu seperti disampaikan oleh Kepala Dinkes Lamandau, melalui Kabid Penindakan dan Pencegahan Penyakit, Alfian, saat dikonfirmasi wartawan, Jum’at (13/3/2020).
“Laporan yang masuk, yakni selama Januari dan Pebruari itu ada kejadian DBD di Desa Wonorejo Kecamatan Sematu Jaya sebanyak 7 kasus dan Desa Bukit Jaya Kecamatan Bulik Timur sebanyak 4 kasus,” ungkapnya.
Dirinya menyebut, tidak ada korban jiwa dari kasus DBD yang terjadi di Lamandau. Bahkan dirinya memastikan semua warga yang terkena DBD sudah mendapat penanganan medis.
“Penyakit DBD, biasanya menular melalui gigitan nyamuk. Oleh sebab itu, Kami mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ujarnya.
Kemudian, imbuh dia, hak lain yang juga tidak kalah pentingnya adalah jangan membiarkan ada genangan air di sekitar rumah, karena bisa menjadi sarang nyamuk.
“Kemudian, jangan menumpuk atau menggantung pakaian kotor, karena itu biasa menjadi tempat bagi nyamuk untuk bersembunyi,” terangnya.
Selain mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, dirinya mengaku juva telah melakukan langkah pencegahan DBD dengan melaksanakan fogging pada daerah yang tergolong endemis.
“Sejak ada laporan kasus DBD, kita langsung melakukan fogging, meskipun hanya berupa fogging fokus di sekitar tempat tinggal warga yang terkena DBD,” tukasnya. (BH/K2)










