
Bupati Lamandau H Hendra Lesmana foto bersama pengurus LPTQ Lamandau masa bhakti 2020-2024. (Bayu Harisma)
Kotawaringin News, Lamandau – Bupati Lamandau H Hendra Lesmana mengukuhkan kepengurusan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) kabupaten berjuluk Bumi Bahaum Bakuba ini masa bhakti 2020-2024, Rabu 24 Juni 2020.
Acara yang digelar sekira pukul 09.00 WIB di Aula LPTQ Lamandau itu, juga dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamandau H Hamim.
Dalam sambutannya, Ketua LPTQ Lamandau 2020-2024, H Abdul Kohar, memohon kepada seluruh masyarakat untuk mendukung LPTQ Lamandau. Setidaknya, kata dia, ada 2 program kerja yang menjadi fokus kepengurusan LPTQ Lamandau 2020-2024. Pertama, perbaikan prestasi Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah maupun tingkat Nasional. Kedua, menjadi lembaga yang mengarahkan masyarakat Lamandau untuk membudayakan Tilawah Quran.
Sebagai ketua terpilih, H Abdul Kohar juga meminta kepada seluruh pengurus LPTQ Lamandau masa bhakti 2020-2024 untuk selalu menjaga kekompakan. “Kita semua harus kerjasama dalam pengembangan. Tanpa kerjasama akan mustahil mencapai semua target program kerja kita nantinya,” ujar Kohar dalam sambutannya.
Setelah pengukuhan, kata dia, LPTQ Lamandau segera melaksanakan rapat program kerja. Untuk tahun ini, program kerja bakal disesuaikan dengan Covid-19. Artinya, program kerja yang dilaksanakan LPTQ Lamandau bersentuhan dengan mendukung percepatan penanganan covid-19. “Tentu ini juga menjadi penting. Selain itu juga kami bakal segera melakukan penataan aset sehingga bisa digunakan dengan maksimal.”
Sementara itu, Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana percaya bahwa H Abdul Kohar mampu membuat loncatan ke arah yang lebih baik dalam memimpin LPTQ Lamandau. Dia pun menekankan, LPTQ adalah lembaga yang mulia. Karena, mengurus kalam illahi. “Bukan bupati jabatan yang paling mulia, LPTQ ini yang sungguh mulia. Karena mengurus kalam illahi.”
Dia menyebut, LPTQ Lamandau harus menentukan sasaran yang jelas pada saat rapat kerja. Lembaga ini harus faham soal tujuan utamanya. Hendra juga menyarankan agar bangunan LPTQ Lamandau dimanfaatkan dengan maksimal. “Bangunan LPTQ ini yang besar ini harus dimanfaatkan, ya bikin program semisal jadikan rumah tahfiz quran.”
Hendra meminta LPTQ Lamandau bekerjasama dengan organisasi lainnya. Sehingga mempercepat akselerasi tujuan yang akan dicapai. “Semisal bekerjasama dengan Baznas. Baznas ada dukungan sosialnya, digandeng mereka.”
Bekerjasama dengan organisasi lainnya, bisa menjadi solusi terhadap kendala klasik yakni anggaran. Artinya, LPTQ Lamandau tidak hanya melulu mengandalkan anggaran yang diberikan pemerintah. “Tentu pemkab akan memberikan anggaran. Namun juga harus mengatur porsi anggaran. Jangan juga hanya terpaku dengan anggaran yang dari pemerintah. Bekerjasama lah dengan organisasi lain, sehingga loncatannya dan akselerasinya dapat.” (BH/K2)










