
Muksin Anggota Satpol PP (baju hijau) dan pemilik barakan Yarsinto
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Saat ini masih banyak laporan warga yang mengatakan bahwa barak sering di jadikan tempat mesum, atau kumpol kebo pasangan diluar nikah, dan yang terbaru sembilan pemuda mabuk-mabukan di barakan, Kamis (24/12/2020). Hal itu terjadi karena masih banyak pemilik barak yang tidak peduli dengan penyewa tempat kost miliknya,
Muksin Anggota Satpol PP Kobar saat melakukan penggerebekan terhadap 9 pemuda mabuk-mabukan di barakan yang terletak di jalan Kasan Rejo Rt 19 gang Kecer, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Ia mengatakan, saat ini masih banyak laporan masuk bahwa masih banyak barak untuk tempat perselingkuhan, mesum, dan juga pergaulan bebas, bahkan hari ini ada 9 orang, 3 perempuan dan 6 laki-laki mabuk di barakan, warga mengharapkan Satpol PP langsung memberikan tindakan untuk mendatangi tempat itu.
Memang banyak, dan itu terjadi akibat ketidakpedulian pemilik barak untuk mendata siapa yang menyewa tempatnya. Sehingga diketahui apakah orang itu bujangan, atau memang sudah suami-istri, dan ini pernah disampaikan oleh Kasatpol PP Majerum Purni, katanya.
Kalau memang ada perhatian dari pemilik barak, jadi tidak usah menunggu tindakan dari Satpol PP lagi. Karena apabila mendapati kost-kostan jadi tempat mesum langsung saja dikeluarkan dari barak tersebut. Jadi penyewa dikemudian hari akan segan dan tidak berani melakukan hal yang sama.
Dengan itu barak akan aman dari tindakan penyakit masyarakat, dan warga sekitar juga tidak merasa terganggu, ugkap Muksin.
Selain peran dari pihak pemilik barak, peran dari RT dan masyarakat setempat juga diharapkan lebih ketat lagi dan menjaga daerah sekitarnya. Kalau melihat ada perbuatan yang janggal dengan barak yang ada di sekitarnya, langsung laporkan kepada pihaknya.
Dengan catatan harus jelas, baik itu alamatnya, maupun hal lainnya sehingga pihak Satpol PP bisa langsung bertindak dengan cepat, terang Muksin.
Sementara pemilik barakan Yarsinto (55),
selama ini banyak laporan, tapi hanya melalui SMS saja. Dan ini akan menjadi evaluasi agar nantinya jangan asal terima orang untuk menyewa barakanya.
Ia juga berjanji akan lebih selektif lagi dan ini menjadi pelajaran yang berarti, memang saat ini barakanya di pasrahkan kepada orang kepercayaan untuk mengelolanya, dengan kejadian ini akan lebih diperketat lagi, padahal sudah kita kasih himbauan dan tertulis di depan barakanya, kata Yarsinto. (yusbob)









