
Salah satu dari deretan artis tengah menghibur ribuan masyarakat di acara penutupan Lamandau Expo 2019. (Foto : istimewa Facebook)
Bayu Harisma
Kotawaringin News, Lamandau – Lamandau Expo 2019 telah resmi ditutup Bupati Hendra Lesmana, Sabtu 2 November 2019 malam. Penutupan kegiatan berlangsung di Alun-alun kota Nanga Bulik yang menjadi pusat kegiatan selama sepekan terakhir itu.
Penutupan Lamandau Expo 2019 disebut-sebut menjadi fenomena bahkan sejarah tersendiri bagi kabupaten berjuluk Bumi Bahaum Bakuba itu. Betapa tidak, sejak alun-alun itu selesai dibangun, belum ada kegiatan besar apapun yang penyelenggaraannya berpusat di tempat itu. Namun tadi malam, tempat yang belum diberi nama resmi itu berubah menjadi lautan manusia.
“Luar biasa, saya rasa baru kali ini kegiatan yang diadakan pemerintah mendapatkan animo masyarakat yang membludak seperti ini. Alun-alun segini besarnya bisa penuh,” kata Arjun, salahseorang warga keluarahan Tapin Bini, kecamatan Lamandau, yang mengaku sengaja datang ke Nanga Bulik untuk melihat penutupan Lamandau Expo, kala itu.
Hal senada diakui warga Nanga Bulik RT III, bernama Andi (41). Menurut dia, baru tadi malam melihat langsung event yang hanya tingkat kabupaten tapi dengan jumlah pengunjung yang sngat berjubel. Bahkan kegiatan penutupan yang dijadwalkan dimulai pukul 20.00 WIB, kendaraan dari dalam kota tepatnya Bundaran SKPE menuju alun-alun sudah terjebak macet sejak maghrib.
Tak hanya itu, Andi juga mengaku kaget ketika melihat luasnya area parkir di alun-alun tak cukup mengcover kendaraan pengunjung yang datang, sehingga lokasi parkir mengular ke arah kota seperti area Politeknik hingga ke arah jembatan Samaliba yang lokasinya cukup jauh.
“Ramai sekali, manusia terlihat berjubel, baik yang di stand-stand pameran pembangunan, di lapak-lapak UMKM, di arena mainan anak-anak, apalagi di area panggung utama yang jadi tempat hiburan musik, gak ada yang kosong. Luar biasa. Sukses pokoknya,” ujar dia.
Pemilihan Alun-alun menjadi lokasi kegiatan Lamandau Expo 2019 sendiri memang cukup diluar dugaan. Semula, hanya ada dua lokasi yang menjadi rujukan pusat kegiatan, yakni Lapangan Kartawana dan Halaman Kantor Bupati. Namun kala itu, Bupati Hendra Lesmana dengan berbagai pertimbangannya justru meminta agar pihak rekanan atau Event Organizer menjadikan Alun-alun sebagai pilihan pertama.
Diketahui, Alun-alun yang pembangunannya baru selesai tahun 2018 itu, selama ini disebut-sebut sebagai alun-alun kota terbesar di Kalimantan tengah. Pembangunannya sendiri dilakukan multiyears dan menghabiskan anggaran milyaran rupiah.
“Tadinya ada dua lokasi, (Lapangan) Kartawana atau (Halaman) Kantor Bupati, tetapi beliau (Bupati Hendra) justru meminta alun-alun jadi pilihan juga, pertimbangan beliau banyak, termasuk agar memanfaatkan fasilitas yang sudah dibangun pemerintah daerah yang selama ink belum termanfaatkan. Awalnya kita dari EO memang ada rasa pesimis, karena kita tau bahwa selama ini alun-alun gak pernah digunakan untuk kegiatan, cenderung sepi lah karena lokasinya tidak benar-benar ditengah pemukiman, tapi rasa pesimis itu terjawab dengan animo masyarakat yang datang selama kegiatan hingga malam penutupan ini. Hal ini tidak terlepas dari support pak Bupati yang luar biasa,” ujar Teddy, pihak yang mewakili EO Wans Production.
Sementara, pada acara penutupan yang diramaikan pentas seni musik yang diramaikan artis dangdut ibu kota itu, Bupati Hendra Lesmana bertekad untuk terus melakukan terobosan untuk memajukan pembangunan di berbagai bidang. Meski disebutnya sukses, Lamandau Expo juga akan terus dievaluasi dari tahun ke tahun demi adanya peningkatan di masa-masa yang akan datang.









