
Wakil Bupati Kotawaringin Barat Ahmadi Riansyah
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Rupanya perlu ada pendekatan khusus untuk mengenalkan sejarah bagi generasi milenial. Alasannya, generasi yang identik dengan istilah Kids Zaman Now ini dikenal cenderung lebih senang membaca sosial media ketimbang membaca buku sejarah.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Kotawaringin Barat Ahmadi Riansyah, ada trik dan strategi tersendiri untuk mengenalkan sejarah kepada generasi milenial. Trik dan strategi itu tentunya harus menggunakan alat-alat yang memang sesuai dengan zaman sekarang. Misalnya, dengan menggunakan media sosial, ucapnya.
Generasi milenial ini memang sangat akrab dengan sosmed, mereka tidak bisa lepas barang sedikitpun, kata Ahmadi Riansyah saat berbincang dengan Kotawaringin News, Minggu (13/12/2020).
“Kita bisa mesti rajin mengunggah konten-konten sejarah di Instagram, misalnya. Sifatnya mungkin informatif. Atau kita posting konten hiburan tetapi memuat pesan-pesan sejarah,” ujar Ahmadi Riansyah.
Ahmadi Riansyah menambahkan pengenalan sejarah saaat ini harus betul-betul memanfaatkan teknologi informasi. Pasalnya di zaman serba digital ini semua orang dapat mengakses informasi dalam satu genggaman.
Di tengah era digital ini, ada peluang bagi pihak yang tertarik terhadap sejarah untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi kesejarahan. Atau, museum-museum digital sehingga dapat diakses dari manapun dan kapan pun.
Ahmadi Riansyah melanjutkan, konten-konten sejarah harus disesuaikan dengan karakteristik generasi milenial yang maunya serba instan.
“Dalam hal ini, sejarah tidak hanya disajikan secara tekstual tetapi harus disertakan dengan analogi atau contoh-contoh agar mudah dimengerti dan mengasyikan. “Jadi sejarah harus dikemas dengan konten-konten kekinian”, terang Ahmadi Riansyah.
Contoh lain yang dapat digunakan untuk mengenalkan sejarah kepada milenial adalah kegiatan reenactmen (kegiatan rekonstruksi ulang peristiwa). Saat ini banyak bermunculan komunitas-komunitas reenactor yang menggelar kegiatan berupa reka ulang peristiwa-peristiwa sejarah.
Lagi Ahmadi mengatakan, orang mempelajari sejarah mesti butuh visual. Nah reenactmen ini salah satu cara yang efektif memvisualkan sejarah. Dengan begitu, peristiwa sejarah yang disampaikan akan lebih tersampaikan dibandingkan dengan hanya membaca.
Dia menambahkan, selain itu pengenalan sejarah lewat film bisa jadi cara yang ampuh mengenalkan sejarah. Ahmadi berkaca pada keberhasilan film-film yang mengangkat tema-tema sejarah, sehingga masyarakat juga dapat mengetahui sejarahnya, Pungkasnya. (yusbob)









