
Ilustrasi celana dalam/Net
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Setelah hampir 5 bulan lamanya menghilang, Si pencuri celana dalam terlihat oleh warga kembali bergentayangan di desa RT10, Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, penampakan pria tersebut membuat para wanita di desa tersebut khawatir dan takut.
Warga RT10, Desa Natai Baru ini, sempat diresahkan oleh ulah salah seorang pria desa setempat yang gemar mencuri pakaian dalam perempuan, pakaian hasil curian yang bertahun-tahun tersebut hingga ribuan lembar dan disimpan di dalam pondoknya bahkan sempat di jadikan boneka perempuan, Kamis (24/12/2020).
Pria yang diketahui bernama Setu tersebut memakaikan pakaian dalam dan daster hasil curiannya ke sebuah boneka besar yang dijadikannya teman tidur sehari-harinya.
Setelah hampir 5 bulan lamanya menghilang, Setu tampak terlihat oleh warga kembali bergentayangan di desa, tentu penampakan Setu membuat para wanita di desa tersebut khawatir dan ada rasa takut, sekedar diketahui bahwa Setu juga kerap mengancam warga dengan senjata tajam bila ditegur atas perilakunya tersebut.
Kekhawatiran tersebut disampaikan oleh salah seorang warga sebut saja namanya Bunga yang merasa takut dan khawatir ketika melihat pria tersebut kembali menampakan batang hidungnya di desanya, bahkan dirinya melihatnya Setu naik kendaraan bersama sepupunya, kita hanya ngelus dada aja mas karena ga berani, ucapnya.
“Terungkapnya kasus ini bermula dari keresahan warga pada Juli 2020 silam, warga yang sering kehilangan pakaian dalam, warga yang mencurigai Setu saat itu mendatangi gubuknya, dan betapa terkejutnya warga mendapati ribuan pakaian menumpuk di dalam gubuknya”.
Sementara itu, salah seorang aparatur desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar yang tidak mau di mediakan membenarkan bahwa Setu akhir-akhir ini sering terlihat di desanya, namun ia pulang di pondoknya pada tengah malam, setelah pagi harinya kembali menghilang.
Polres Kobar yang saat itu mendapat informasi segera melakukan penyelidikan langsung dipimpin oleh Wakapolres Kobar Kompol Doni Ariefianto berupaya menangkap pria tersebut pada bulan Juli 2020 silam, namun sayangnya pria yang diduga mengalami kelainan seksual tersebut menghilang kabur ke dalam hutan setelah lolos dari kepungan warga. (yusbob)









