Tiket Pesawat Mahal, Komisi C DPRD Kobar Datangi Dirjen Perhubungan Udara

banner 468x60

Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Permasalahan mahalnya harga tiket pesawat menjadi perhatian Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat. Baru-baru ini, Komisi C datang berkonsultasi ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Ketua Komisi C DPRD Kobar Sutiyana mengatakan, pada 28 Agustus 2023, bersama Ketua DPRD Kobar dan Komisi C, melakukan kunjungan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, guna membahas permasalahan tiket pesawat dan minimnya pesawat yang masuk dan keluar dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun.

banner 336x280

“Permasalahan harga tiket pesawat ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, dan kami sangat mengharapkan hal ini segera berakhir. Maskapai penerbangan pun bukan hanya dua maskapai yang melayani jalur penerbangan, mengingat Kobar ini termasuk wilayah yang sangat strategis dan berkembang pembangunannya, sehingga membutuhkan akomodasi yang cepat,” ujar Sutiyana saat rapat koordinasi perihal konektivitas penerbangan.

Berdasarkan keterangan dari Dirjen Perhubungan Udara, menurut Sutiyana, solusi untuk penambahan maskapai penerbangan yang berbadan lebar bisa dilakukan setelah ditingkatkan landasan pacu Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Namun, untuk saat ini belum memungkinkan, sementara pemerintah pusat menganggarkan pada tahun 2024.

“Kami sangat mendukung hasil dari rapat koordinasi antara Pemerintah Kobar dengan pihak Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Iskandar Pangkalan Bun dan operator maskapai penerbangan. Pemerintah Kobar meminta agar maskapai penerbangan seperti Nam Air menambah ekstra flight,” ujar Sutiyana.

Sutiyana menambahkan, termasuk juga Pemerintah Kobar akan meminta Otoritas Bandara Wilayah VII Balikpapan agar meninjau harga tiket pesawat yang terjual melalui aplikasi, mengingat saat ini penjualan di atas batas yang ditentunya.

“Sekarang ini untuk mendapatkan tiket pesawat sangat sulit, bukan saja ke Jakarta yang minim, ke Surabaya maupun Semarang sama saja, sehingga solusi yang terbaik adalah dengan adanya penambahan ekstra flight itu. Termasuk juga jam operasi Bandara Iskandar Pangkalan Bun harus diperpanjang hingga malam, yang saat ini hanya sampai pukul 17.00 WIB,” imbuhnya.

Selain itu, sebut Sutiyana, akan dibuka kembali jalur penerbangan menuju Bandung, mengingat jarak tempuh Bandung ke Jakarta hanya 4 jam menggunakan travel. Hal ini sebagai solusi minimnya armada pesawat ke Jakarta dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun. (Yus)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *