
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Badannya kurus, sorot matanya melotot, kepala benjolan. Beberapa saat mengobrol, dia tampak kurang nyaman dengan apa yang dikenakannya, Sabtu, (19/12/2021).
Dia tampak menghitung uang hasil dari upayanya di perempatan lampu merah di Wilayah Kecamatan Arut Selatan, wajahnya yang legam dengan benjolan di kepalanya kini tanpa penghalang lagi. Wajahnya bisa menggambarkan, betapa sering dia terpanggang terik matahari.
Saat ditanya uang hasil dari lampu merah, dengan santainya Eman menjawab “uang ini nanti saya kumpulkan untuk membeli sepeda engkol yang baru”.
Setiap hari Eman mendapatkan uang kurang lebih Rp 150 ribu, kalau saya berangkat pagi pulang malam bisa lebih, kadang saya bisa mendapatkan uang Rp 250 ribu, kata Iman sambil menghitung uang recehan nya.
Saat ini Eman tinggal bersama abangnya di Bamban Kecamatan Arut Selatan, uang hasil meminta dilampu merah terkadang membantu abangnya buat beli token, sabun cuci, dan kebutuhan dirumahnya, disamping buat makan sehari-hari, dan sisanya baru di tabung sendiri.
Setiap hari Iman hidup di jalanan, mencari rupiah dengan cara meminta-minta di tiap lampu merah kota. Setidaknya sudah sekitar beberapa tahun dia menjalani aktivitas itu, meminta orang-orang yang berhenti di lampu merah. (Yusbob)








