
Kotawaringin News, Nasional – Forum Muslim Banjar pada hari Rabu malam tanggal 30 Maret 2022, menggelar acara menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1433 H dengan tema “Ramadan berkah dengan Islam Kaffah”. Tarhib Ramadan kali ini diikuti sekitar seribuan Umat Islam dari Kota Banjar dan sekitarnya. Acara diisi dengan Pawai Obor, aksi teatrikal dan speak up dakwah dari para pemuda.
Acara Tarhib Ramadan ini dipusatkan di sekitaran Alun-Alun Kota Banjar, MC membuka acara pada jam 20.00 WIB, acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dilanjutkan dengan komando dari panggung utama para peserta Tarhib Ramadan menyalakan obor secara estafet dari panggung.
Acara dilanjutkan dengan pawai obor dimulai dari Alun-alun Kota Banjar peserta berjalan dengan rute melalui Jalan Letjen Suwarto, Jalan BKR, Jalan Kapten Jamhur, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan kembali ke Alun-Alun Kota Banjar.
Ditengah kondisi gerimis yang mengguyur Kota Banjar tidak menyurutkan semangat Kaum Muslimin mengumandangkan tahlil, takbir dan mengangkat Liwa dan Rayah sebagai syiar dakwah Islam.
Selepas pawai obor, ditampilkan aksi teatrikal dari komunitas Milenial Movement Dengan mengangkat tema “Kebangkitan Umat di bawah Islam”. Teratrikal ini dilakukan oleh para remaja dengan semangat.
Nuansana millennial semakin terasa pada sesi speak up dakwah dimana rata-rata yang tampil adalah para pemuda.
Pada kesempatan pertama tampil Ustadz Kurniawan dengan tema speak up: “Ramadan sebagai Syahru al Jihad. Dalam speak up-nya beliau menyempaikan “Seruan dakwah Islam Kaffah tidak boleh berhenti, bahkan harus terus digelorakan. Apalagi dibulan Ramadhan yang merupakan syahrul jihad”.
Penampil kedua adalah Kang Tsani dengan tema speak up: “Hidupkan Ramadan dengan ibadah dan dakwah”. Dalam speak up-nya ia menyempaikan “Tidak perlu mewah untuk hidup berkah, cukup kita hidupkan Ramadan dengan ibadah dan dakwah apalagi dengan memperjuangkan Islam Kaffah”.

Berikutnya adalah Kang Irfan dengan tema speak up: “Ramadan sebagai Syahru Al-Qur’an”. Dalam speak up-nya beliau menyempaikan “Pantas saja berbagai problematika terjadi, sebab tidak menjadikan Al Quran sebagai solusi. di bulan Ramadan yang penuh berkah jadikan momentum untuk menerapkan seluruh isi kandungan al Quran secara kaffah”.
Pada penampil keempat tampil Kang Cecep dengan tema speak up: “Ramadan sebagai Syahru Siyam”. Dalam speak up-nya beliau menyempaikan “Mari jadikan bulan Ramadan untuk me-recharge energi baik untuk kita mengkaji lebih dalam lagi agama kita yaitu Islam dan mari kita serukan Kembali syariah dan khilafah, karena dengan syariah dan khilafah kita akan merasakan Ramadhan yang sempurna disisi Allah SWT”.
Kemudian pembicara penutup yaitu Ustadz Ibnu Azis Fathoni dengan tema speak up: “Ramadhan Momentum perubahan menuju Islam Kaffah”. Dalam speak up-nya beliau menyempaikan “Kita tidak hanya menginginkan ketaqwaan individu, tetapi kita merindukan ketaqwaan social, masyarakat yang taqwa, pemimpin yang taqwa, negara yang taqwa. Dan itu hanya bisa dicapai dengan penerapan Islam Kaffah. Mari di bulan Ramahan ini kita maksimalkan untuk berdakwah agar ummat Kembali kepada Islam Kaffah”. (Ir)










