
Gambar Tangkap Layar pada laman akun Facebook milik Devsen.
Kotawaringin News, Lamandau – Pengelolaan Kebun Desa Tamiang, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, jadi polemik. Sebagian masyarakat desa tersebut, tampak tak puas dengan tim pengelola kebun saat ini.
Seperti diketahui, pada 2020, Desa Tamiang mengelola kebun kelapa sawit seluas 100 hektare yang diserahkan salahsatu perusahaan sesuai akta perdamaian putusan Pengadilan Negeri Nanga Bulik nomor 1/Pdt/G/LH/2020/PN Ngb dan surat nomor 0217/PWP-LGL-JKT/VI/2020. Lahan itu dikelola langsung oleh masyarakat desa melalui tim pengelola yang dibentuk oleh Pemerintah Desa Tamiang. Kala itu, Pemdes Tamiang membentuk Tim Pengelola Kebun Desa (TPKD), dibawah komando Edi Manto.
Dibawah kepemimpinan Edi Manto, TPKD menjelma bak mesin pendongkrak ekonomi masyarakat Desa Tamiang. Terang saja, dalam enam bulan pertama kebun tersebut dikelola, Pemerintah Desa Tamiang kecipratan pemasukan bersih sebesar Rp1 miliar.
Bahkan setalah itu, Tamiang bisa membeli alat berat exavator, sound sistem, tenda, genset serta mobil ambulance hasil pemanfaatan penyewaan alat berat.
Akhir Tahun 2021, Pemdes Tamiang memutuskan untuk mengalihkan pengelolaan kepada pihak ketiga. Pengusaha dipilih untuk mengelola kebun tersebut. Namun, setelah peralihan pengelolaan, sebagian masyarakat malah mengeluh. Mereka pun mencurahkannya di media sosial facebook.
Akun facebook Devsen contohnya. Pada Kamis, 4 Agustus 2022, akun tersebut mengunggah status bertulisan, “Tahun 2020 kebun desa diserah kan pihak PT pwp kedesa. dan dikelola oleh ketua EDIMANTO
Dalam jangka enam bulan sudah kecipratan 1 miliar sungguh luar biasa…tpi skrng jngan untuk mendapat hasil atau gajih yg besar untuk hari kerja pun sngat susah…. 😭😭”
Tulisan tersebut dibubuhi dengan menampilkan gambar pada saat peresmian mobil ambulance serta screenshoot berita berjudul Luar Biasa!!! Dalam 6 Bulan, Tamiang Kecipratan Rp1 Miliar dari Kebun Desa.
Tak sampai sehari, status tersebut mendapat ratusan like dan puluhan komentar yang beragam. Namun, hampir sebagian besar yang berkomentar pun mengeluhkan pengelolaan kebun Desa Tamiang saat ini.
Ini sebagian Screenshoot Kolom Komentar di Laman Facebook milik Devsen











