oleh

Resmi! Penutupan Objek Wisata Kobar Diperpanjang

Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memutuskan masa penutupan seluruh objek wisata di Kobar diperpanjang. Lantas kapan objek wisata boleh beroperasi lagi?

Pemkab memutuskan untuk memperpanjang penutupan objek wisata karena wilayah Kobar masih masuk zona merah dalam persebaran Covid-19. Keputusan itu diambil oleh Pemkab setelah melakukan pembahasan dengan pejabat Pemkab dan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait penutupan objek wisata, Selasa (26/1/2021)

Hal ini tertuang dalam surat edaran Bupati no 440/ 2/PEM 2021 tentang perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Selain objek wisata, ruang publik, dalam hal ini wisata pantai, wisata alam, kebun, kolam renang, dan karaoke, juga masih ditutup, penutupan objek wisata diperpanjang atas pertimbangan Kobar masih masuk zona merah dalam persebaran Covid-19.

Selain itu penambahan kasus dan angka kematian akibat Covid-19 masih mengkhawatirkan. Menurutnya, objek wisata di Kobar boleh buka lagi tergantung kondisi epidemiologi Covid-19 di wilayah tersebut.

“Dilihat saja nanti pertengahan Januari seperti apa kondisinya. Kalau saat ini risiko penularannya masih tinggi. Nanti kami putuskan pembukaan objek wisata berdasarkan epidemiologi Covid-19. Kalau sudah menurun kami buka lagi, artinya di perpanjang sampai tanggal 1 Februari 2021 nanti”.

Sosialisasi perpanjangan penutupan, telah dilakukan kepada para pengelola objek wisata secara bertahap, baik milik pribadi, Bumdes maupun pemerintah daerah. Dengan adanya surat edaran penutupan sebelum libur Nataru, para pengelola sudah mendapatkan pengetahuan.

“Dalam SE itukan tertulis penutupan objek wisata hingga 1 Februari 2021. Kemudian pembukaan objek wisata akan diumumkan setelah menunggu situasi berikutnya, dalam hal ini persebaran Covid-19. Dengan redaksi itu para pengelola sudah ada pemahaman. Jika hari ini diputuskan untuk diperpanjang, mereka sudah paham”.

Memperpanjang penutupan objek wisata, menunjukkan bahwa pemerintah lebih mementingkan kesehatan masyarakat. Berkurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa diatasi dengan kebijakan lain. Di antaranya melakukan refocusing, efisiensi anggaran dan meminimalkan kegiatan pemerintahan.

Kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama. Pemerintah lebih mementingkan keselamatan masyarakat. Karena kondisi di Kotawaringin Barat masih mengkhawatirkan. (yusbob)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed