oleh

Ratusan Penari Topeng Meriahkan Karnaval Babukung

Kotawaringin News, Lamandau – Karnaval Babukung merupakan salah satu rangkaian kegiatan Festival Budaya Babukung Tahun 2022 yang dipusatkan di halaman Pasar Induk Nanga Bulik. Ratusan penari topeng turut meriahkan acara tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lamandau, Meigo Basel menjelaskan, Babukung merupakan tari topeng tradisi asli Suku Dayak Tomun yang mendiami wilayah Kabupaten Lamandau dan sekitarnya. Fastival Babukung Tahun 2022 digelar selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 November 2022.

“Topeng yang digunakan dalam tari tersebut, memiliki cira khas tersendiri dengan wujud hewan tertentu,” jelas Meigo saat dibincangi di Nanga Bulik, Selasa 29 November 2022.

Babukung sendiri merupakan prosesi pemakaman masyarakat adat Dayak Tomun di Kabupaten Lamandau. Sejumlah tokoh masyarakat biasanya mendatangi rumah duka menggunakan topeng atau luha, sambil menari dan membawa seserahan, sebagai bentuk penghiburan kepada keluarga almarhum.

“Budaya ini masih kental di masyarakat, khususnya daerah pedalaman Lamandau. Babukung tidak hanya bisa disaksikan pada saat Festival Babukung setahun sekali, tapi juga saat ada acara prosesi pemakaman tokoh-tokoh masyarakat,” ujarnya.

Pada Karnaval Babukung, lanjut dia, berbagai jenis Bukung ditampilkan, seperti Bukung Hantu, Bukung Burung, Bukung Naga, Bukung Belanda dan lainnya. Gerakan mereka tampak serasi dan serempak melakukan tarian menggunakan topeng tersebut mengikuti irama lagu dan karakter topeng yang ditampilkan.

“Pada Karnaval Babukung juga menampilkan seni dan budaya khas daerah yang ada di Kabupaten Lamandau, seperti seni budaya Jawa, Sunda, Banjar, Batak, Bali dan lainnya,” sebut Meigo.

Sebelum Karnaval Babukung dimulai, imbuh dia, terlebih dahulu dilaksanakan acara adat Nota Garung Pantan dan ritual adat Maumpan Bukung atau ritual adat pembuka yang dilaksanakan sebelum Penari Bukung muncul.

“Arti kata maumpan adalah memberi makan yang mengandung makna spiritual menurut kepercayaan Kaharingan untuk menghormati roh yang ada dalam setiap penari topeng,” pungkasnya.(*/BH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed