
Kotawarinin News, Kotawaringin Barat – Permasalahan kesehatan di Indonesia khususnya di Kotawaringin Barat semakin kompleks dimana banyak terjadi kasus penyakit menular dan tidak menular.
RSSI sebagai fasilitas pelayanan kesehatan perorangan diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan kesehatan melalui promosi kesehatan, Kata Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dr Fachrudin
“Karena itu, pelayanan kesehatan perlu diarahkan pada upaya promotif dan preventif,” kata dr Fachrudin pada Promosi Kesehatan Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Senin (3/5/2021).
Lanjut Fachrudin ini merupakan ajang dikusi dari berbagai pemangku kepentingan, penyelenggara, praktisi dan akademisi, yang hasilnya menjadi rekomendasi untuk ditindaklanjuti dari berbagai pihak.
Fachrudin mengharapkan komitmen yang sekarang juga bisa menghasilkan sesuatu dan ada tindak lanjutnya.
“Jadi tidak hanya di dalam forum pertemuan, ada tindak lanjutnya, RSSI yang hadir di sini mulai melaksanakan promosi kesehatan rumah sakit,” ucap Fachrudin.
Selanjutnya, Fachrudin mengharapkan pelaksanaan konferensi ini dapat menghasilkan komitmen dalam mengimplementasikannya.
“Rumah Sakit diharapkan dapat berkomitmen meyelenggarakan promosi kesehatan yang terintegrasi dan berkesinambungan.
Diharapkan promosi kesehatan dapat sebagai penggerak dalam melaksanakan reorientasi pelayanan kesehatan,” kata Fachrudin.
Rumah sakit harus memiliki regulasi promosi kesehatan, melaksanakan assessment promosi kesehatan bagi pasien, keluarga pasien, SDM rumah sakit, pengunjung rumah sakit, dan masyarakat sekitar rumah sakit, terang Fachrudin.
Selain itu, rumah sakit juga melaksanakan intervensi promosi kesehatan dan monitoring evaluasi promosi kesehatan.
Dalam mengimplementasikan promosi kesehatan di rumah sakit memerlukan kolaborasi dalam mendukung sistem yang terintegrasi.
Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat menentukan agar promosi kesehatan bisa dilaksanakan secara optimal dan berkelanjutan, pungkas Fachrudin. (Yusbob)







