
Kepala Sarana dan Prasarana RSSI Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kardianto
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 menjadi polemik di tengah meluasnya pandemi Covid-19 di Kotawaringin Barat, pasien terkonfirmasi positif cukup banyak dan meningkat, Sabtu (28/11/2020).
Sejumlah pihak terus berkampanye Pilkada di khawatirkan ancaman penularan virus corona terus meningkat, dan ini bukan tanpa alasan. Meski ada aturan tentang protokol kesehatan di Pilkada, pada praktiknya terjadi pelanggaran terhadap aturan tersebut.
Sejumlah aturan yang dirancang pun dinilai tidak tegas dan membuka peluang penyebaran virus corona, meski tahapan penyelenggaraan Pilkada belum sampai tanggal 9 Desember, kini sejumlah masyarakat dan beberapa penyelenggara dinyatakan tertular Covid-19.
Berikut merupakan rangkuman soal belum kokohnya aturan, termasuk belum kompaknya aparat, untuk penyelenggaran Pilkada Serentak 2020.
Kepala Sarana dan Prasarana RSSI Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kardianto mempunyai pandangan dan diperkirakan pasien Corona akan berkurang dua minggu setelah terselenggaranya pilkada Kalteng yakni tanggal 9 Desember 2020 nanti.
Lanjut Kardianto, saat ini di Kobar pasien terkonfirmasi positif cukup banyak dan meningkat, menurut hemat saya pasien covid 19 akan berkurang dua minggu setelah Pilkada nanti, karena pada saat ini hampir tidak diindahkan protokol kesehatan, karena sering berkumpul dan berkerumun untuk memenuhi politik,
Ironisnya yang melanggar justru yang mengerti kebijakan. Karena pasien meningkat para tenaga nakes (manusiawi), mereka kecapeaan dan kejenuhan berimbas menurunnya imun, ucap Kardianto.
Ia hanya bisa berdoa dengan banyaknya nakes terkonpermasi, dimohon para penentu kebijakan untuk memperketat lagi protokol kesehatannya, semoga tetap semangat Jangan lupa memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan jaga kesehatan juga imun, sering minum air hangat, imbuh Kardianto. (yusbob)









