
Anggota DPRD Kobar Minta Irawati. (Yusro)
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Kehadiran orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang semakin meningkat di Pangkalan Bun dan sekitarnya mulai menjadi perhatian serius bagi masyarakat. Anggota DPRD Kotawaringin Barat Mina Irawati, menyampaikan kekhawatiran akan kondisi ini yang membutuhkan perhatian khusus, pelacakan identitas, serta kolaborasi dari berbagai lembaga terkait dan masyarakat untuk mengatasinya.
Menurut Mina Irawati Anggota DPRD Kobar, yang juga seorang pemerhati sosial di kota ini, peningkatan jumlah ODGJ membutuhkan perhatian dan penanganan khusus dari berbagai pihak.
“Saat ini, banyak ODGJ yang sulit diajak berkomunikasi, sehingga menyulitkan penelusuran identitas mereka,” ujar Mina Irawati, Sabtu (20/7/2024). Ia menekankan bahwa mengetahui identitas ODGJ sangat penting untuk menggali penyebab gangguan jiwa yang mereka alami, yang kemudian bisa diikuti dengan proses pengobatan dan pendampingan hingga sembuh.
Identifikasi ini, menurut Mina, merupakan langkah awal yang sangat penting. Setelah itu, penderita ODGJ harus mendapatkan perawatan medis yang memadai dan dukungan psikologis yang intensif hingga mereka mampu berkumpul kembali bersama keluarganya. Namun, proses ini harus tetap dalam pengawasan tim yang menangani kasus tersebut.
“Kerjasama dari beberapa lembaga terkait serta dukungan masyarakat sangat diperlukan agar masalah keberadaan ODGJ ini bisa diatasi dengan baik,” lanjut Mina. Ia sangat mendukung pembentukan organisasi sosial kemasyarakatan di Kotawaringin Barat yang secara khusus menangani ODGJ.
Mina Irawati menambahkan bahwa organisasi sosial ini nantinya akan bekerja secara sukarela dan tergabung dalam komunitas peduli ODGJ, yang melibatkan instansi terkait seperti Dinas Sosial, Damkar, Sat Pol PP, dan Puskesmas, serta lembaga lainnya yang memiliki peran langsung dalam mengatasi masalah tersebut.
“Keberadaan ODGJ ini bukan untuk dihilangkan, justru harus kita rangkul. Untuk mempermudah proses penyembuhan, memang harus ada komunitas atau lembaga kemasyarakatan yang khusus menangani, seperti di Kota Palangka Raya. Semoga ini semua terealisasi dan kita bersama-sama peduli terhadap ODGJ,” jelas Mina.
Dengan adanya kerjasama lintas sektor dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan masalah ODGJ di Pangkalan Bun dan sekitarnya dapat ditangani dengan lebih efektif dan manusiawi. Sebuah langkah nyata untuk menciptakan kota yang lebih ramah dan peduli terhadap sesama. (Yus)









