
Bupati Kobar di dampingi Wakapolres dan Ketua Basarnas Pusat.
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Pencarian korban longsor di Desa Sungai Seribu Rt 6, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat resmi ditutup, disampaikan oleh Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah, saat Jumpa pers, Rabu (25/11/2020
Bupati Kobar Hj Nurhidayah, mengakatan bahwa keputusan ini didasarkan pada rapat tanggal (12/11), malam, yang melibatkan seluruh personil tim pencarian baik dari Basarnas, TNI, Polri, instansi terkait, sesuai SOP bahwa pencarian selama 7 hari tidak membuahkan hasil, dan hari ini resmi ditutup.

Faktor lain yang membuat operasi pencarian ini resmi dihentikan yakni adanya potensi Korban susulan. Apalagi melihat situasi lubang yang susah dijangkau, potensi yang kita utamakan adalah potensi keselamatan para tim pencari korban, kata Nurhidayah.
“Pencarian kami hentikan setelah 7 hari digelar sesuai dengan prosedur dan juga mengingat efisiensi dan efektifitas dari proses identifikasi lokasi korban yang masih didalam lubang juga semakin sulit dengan area yang sangat sulit,” terang Bupati.
“Semua jajaran sudah bekerja dengan baik dan maksimal, melakukan pencarian di seluruh sektor yang teridentifikasi, dan pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan,” ucap Nurhidayah.
Sementara itu Kepala Basarnas Pusat Hariyadi, mengatakan hingga saat ini korban masih dinyatakan hilang sebanyak 7 orang.
Pada kegiatan tersebut ada faktor-faktor yang paling utama kita pertimbangkan, yakni faktor keselamatan yang paling utama dalam melakukan pencarian dan pertolongan, kita sudah turunkan tim sampai di kedalaman 15-18 meter dan posisi lubang utama semakin dalam semakin mengecil, kata Haryadi.
Faktor-faktor kendala yang lain yakni sangat dominan sering terjadi di lapangan adalah cuaca yang tidak menentu dalam pelaksanaan pencarian, faktor-faktor itu juga harus kita perhatikan dan kita juga menggunakan upaya-upaya lain, karena posisi dari pada korban berada di kedalaman 60 sampai 70 meter.
Hingga hari ke-7 hari ini, kita nyatakan bahwa sesuai SOP yang ada di kami, apabila tidak ada tanda-tanda ditemukannya korban dengan segala upaya yang sudah kita lakukan tidak berhasil, maka kami nyatakan operasi selesai dan ditutup dan selanjutnya kami menyerahkan kepada Pemerintah Daerah, tandas Haryadi. (bob)









