Menu

Pemkab Lamandau Salurkan 10 Tangki Air Bersih Gratis Tiap Hari

Bayu Harisma

Kotawaringin News, Lamandau – Pemerintah kabupaten Lamandau melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma mendistribusikan air bersih gratis kepada warga yang membutuhkan.

Penyaluran air bersih dari pemkab Lamandau tersebut sudah dilakukan tiap hari sejak Sabtu 14 September 2019 lalu, sebagai bentuk respon cepat atas keluhan warga yang mengalami kesulitan air bersih dampak dari kemarau panjang saat ini.

Diketahui, sejauh ini bantuan air bersih dari Pemkab Lamandau itu disalurkan ke sejumlah desa di dua kecamatan, yakni kecamatan Bulik dan Kecamatan Sematu Jaya dengan menggunakan mobil tangki air milik PDAM, Damkar dan RSUD Lamandau.

“Merespon keluhan masyarakat terkait mulai langkanya air bersih dampak dari kemarau panjang saat ini, kita distribusikan air bersih gratis langsung ke desa-desa yang membutuhkan. Sementara ini yang kita cover adalah desa-desa di dua kecamatan (Bulik dan Sematu Jaya) itu,” kata Bupati Hendra Lesmana, Senin, (16/9/2019).

Hendra menyebut, khusus dari pemkab sejauh ini dapat mendistribusikan 10 tangki air bersih dengan kapasitas 4.000 liter tiap harinya. Untuk memudahkan akses, proses distribusi air bersih dilakukan dengan menentukan spot pendistribusian di masing-masing desa, sehingga masyarakat desa setempat berada di satu titik kumpul.

Sementara itu, masyarakat desa Bina Bhakti, kecamatan Sematu Jaya, Suwartono, menyebut bahwa pembagian air bersih gratis dari pemkab Lamandau sejauh ini dirasakan sangat membantu masyarakat yang saat ini mulai merasakan kelangkaan air bersih.

“Alhamdulillah, lumayan lah adanya pembagian air bersih dari pemerintah daerah sejauh ini cukup membantu kami yang mulai mengalami kelangkaan air bersih. Karena sumber-sumber air seperti halnya sumur-sumur warga saat ini sudah banyak yang mengering. Adanya bantuan ini setidaknya dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk minum dan keperluan lainnya,” kata dia.

Suwartono juga mengaku, kelangkaan air dampak kemarau panjang tahun ini sudah mulai dirasakan sejak dua bulan lalu, hal itu ditandai dengan mulai surutnya sumber mata air seperti sumur-sumur warga yang selama ini menjadi andalan. “Sudah dua bulan terakhir ini mulai kita rasakan (kekeringan), anak-anak sungai sudah kering, termasuk sumur-sumur juga, semoga saja musim kemarau ini segera berakhir,” harap dia.

No comments

Tinggalkan Balasan

Ikuti Kami Di Facebook