
Operasi Yustisi Skala Besar di Pangkalan Bun, Dua Orang Positi
Kotawaringin Barat – Tim yustisi Satuan Tugas (Satgas) Gabungan Covid-19 Kotawaringin menjaring puluhan orang tengah berkerumun di sejumlah Keramaian dan kafe. Pengunjung tidak menerapkan protokol kesehatan dan melanggar aturan tidak boleh makan di tempat pada jam malam.
Tidak mau kecolongan, petugas langsung menggelar rapid test antigen terhadap puluhan orang tersebut. Hasilnya ada dua warga yang reaktif Covid-19 sehingga wajib melakukan isolasi mandiri, Minggu (30/5/2021), Malam).
Wakil ketua harian Satgas Covid-19 kobar Tengku Alisyahbana menyebut rapid test antigen melibatkan petugas medis dari Dinas Kesehatan, TNI AU, dan Polres Kobar. Pelibatan ini sudah dilakukan beberapa hari belakangan untuk warga yang kedapatan berkerumun.
“Satu orang yang reaktif Covid-19 itu ditemukan di area Bundaran Pancasila dan tidak memakai masker, dan satunya lagi di sebuah Kafe yang ada di Jalan Iskandar, kecamatan Arut Selatan Kotawaringin Barat”, kata Tengku Alisyahbana.
Selain di Bundaran Pancasila, petugas gabungan Satpol PP, Polri, TNI, dan dinas terkait itu juga menyasar kafe-kafe dan tempat tongkrongan-tongkrongan maupun angkringan anak-anak muda.
“Ada ratusan orang pengunjung, termasuk dari pengendara yang tidak memakai masker, namun yang kita rapid acak terdapat 21 orang di lokasi berbeda pada Sabtu malam itu,” kata Alisyahbana.
Bukan hanya itu, saat razia berlangsung petugas juga menemukan masih banyak yang berjualan hingga larut malam, terpaksa Tim Satgas Gabungan ini memberikan himbauan secara humanis, dan teguran secara sejuk agar jangan berjualan diatas jam 21.00 WIB.
Pantauan di lokasi razia malam itu, banyak juga warga yang nekat keluar. Sudahlah tidak memakai masker, mereka juga seolah tak mau peduli dengan kehadiran Satgas Gabungan Covid-19 ini.
Ada juga yang kebingungan dan seolah-olah berani di Rapid antigen dan langsung digiring menuju warga lain yang sudah terjaring duluan untuk rapid test antigen.
Saat di Rapid antigen nyalinya langsung hilang dan ketakutan, ‘ jangan di colok sampai keluar darah ya pak ‘, disambut gelak tawa warga lain. (Yusbob)









