
Nelayan asal Kumai yang dilaporkan hilang Nanang Iskandar (41) dan Isro Mi'roj (putranya), akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat pada Senin (21/12/2020)
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Nelayan asal Kumai yang dilaporkan hilang Nanang Iskandar (41) dan Isro Mi’roj (putranya), akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat pada Senin (21/12/2020) sekitar jam 10.00 wib tiba dirumah yang beralamatkan di jalan Bahari Rt 009 RW 003 Kelurahan Kumai Hilir Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng.
Kasatpol Air Iptu Kusen Afandi mengungkapkan, Nanang Iskandar dan Isro Mi’roj ditemukan selamat setelah keduanya pulang dijemput keluarganya, Senin (21/12/2020).
Nanang dan Isro Mi’roj dilaporan hilang oleh Masnun (istri Nanang) pada Minggu (21/12/2020), sang istri melaporkan bahwa suaminya belum kembali dari melaut menjaring ikan di daerah Tanjung Puting Laut, sejak Sabtu 12 Desember 2020, dan menurut perkiraan kami akan datang pada hari Kamis 17 Desember 2020, karena kebutuhan dilaut cuma untuk waktu 4 atau 5 hari kerja, kata Kastpolair.
Menurut keterangan Kasatpol Air, Nanang dan putranya lagi berteduh karena saat itu cuaca sangat buruk dan tidak menentu, Nanang dan putranya dijemput keluarganya dan langsung dibawa pulang, kata Iptu Kusen Afandi.
Keluarga Korban saat itu menjemput naik Speed bod dan melipir ditepian sungai Tanjung Puting hingga sampai selamat, terang Iptu Kusen Afandi.
Informasinya Nanang, para nelayan ini saat melaut ada 4 kelotok ukuran 1 GT, sehubungan cuaca buruk mereka berteduh, uapaya Kami bersama Basarnas terus memantau perkembangan, ucapnya.
Nanang dan Isro Mi’raj ditemukan dijemput keluarganya di Sungai Undang dekat Sungai Cabang, dan Alhamdulillah keduanya dalam keadaan sehat, kata Iptu Kusen Afandi.
Sementara dua orang yang lainya yakni Yanto dan Taher diperkirakan masih berteduh dipembuang dan saat ini dalam upaya penjemputan tim Sar .
Kasatpol Air memberikan imbauan kepada para nelayan sarana alat keselamatan wajib melekat disetiap kapal nelayan. Diharapkan apabila cuaca kurang bersahabat hendaknya mengurungkan niatnya untuk melaut, tentunya ini demi keselamatan para nelayan itu sendiri, tandasnya. (yusbob)









