Mediasi Masyarakat dengan PT BPP Berujung Deadlock

banner 468x60

Kotawaringin News, Seruyan – Dalam proses mediasi antara masyarakat Desa Pematang Panjang, Kecamatan Seruyan Hilir Timur dengan PT Bratama Putra Perkasa (BPP) yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan sempat terjadi debat panas.

Pihak masyarakat bersikeras pada komitmen mereka, bahwa PT BPP harus membayarkan tali asih dengan luasan lahan 400.000 hektar (ha) dengan nominal uang 33 milyar rupiah. Namun, PT BPP bersikeras tidak akan mengabulkan tuntutan tersebut.

banner 336x280

Menurut perwakilan PT BPP, jumlah Hak Guna Usaha (HGU) mereka hanyalah 19.000 ha saja itupun dibagi menjadi beberapa wilayah. Tentu, berbanding terbalik dengan tuntutan masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Seruyan Adhian Noor menegaskan, adapun tuntutan dari masyarakat itu hanya merupakan tuntutan. Tentunya, PT BPP dapat memperhitungkan kembali.

“Saya minta, PT BPP memperhitungkan kembali mana saja wilayah yang masuk Desa Pematang Panjang,” katanya, Jumat (10/11/2023).

Namun demikian, kedua belah pihak tetap bersikeras dengan komitmen masing-masing. Oleh karena itu, masyarakat Desa Pematang Panjang akan melakukan pemortalan di wilayah yang memang ada jasa mereka dan tidak memperbolehkan adanya kegiatan apapun di sana hingga tuntutan mereka dipenuhi. (Ys)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *