Menu

Ledies Karaoke, Politikus dan Kontraktor Tersandung Kasus Sabu

Bayu Harisma

Kotawaringin News, Lamandau – Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Lamandau berhasil mengamankan 3 orang budak sabu, baru-baru ini. Ketiganya yakni dua perempuan berinisial A (30) warga Arut Selatan, Kabupaten Kobar yang berprofesi sebagai pemandu lagu karaoke dan K (40) warga Nanga Bulik seorang politikus serta seorang laki-laki berinisial M (40) warga Desa Sungai Mentawa yang berprofesi sebagai kontraktor.

Kapolres Lamandau, AKBP. Andiyatna, melalui Kasat Narkobanya, Iptu. I Made Rudia, mengatakan, penangkapan tersangka K dan M merupakan hasil pengembangan dari penangkapan tersangka A.

“Pada tanggal 6 Agustus lalu, kita berhasil menangkap tersangka A. Baru setelah kita lakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut, kita mendapat nama tersangka lainnya yakni K dan M. Yang mana keesokan harinya atau tanggal 7 Agustus, kita langsung melakukan penangkapan terhadap keduanya (K dan M),” ungkapnya, Minggu (11/8/2019).

Dia menceritakan, tersangka A ditangkap anggota Satreskoba tepatnya di KM 4, jalan Trans Kalimantan, tepatnya di simpang Polres Lamandau. Dimana pada saat itu, tersangka baru kembali dari Kalbar untuk membeli sabu dengan naik Bus Damri.

“Sebelumnya, kita sudah mendapatkan informasi tentang adanya seseorang yang melakukan aktivitas penyalahgunaan narkoba. Sekitar pukul 22:30 Wib tanggal 6 Agustus, kita cegat dan kita periksa semua penumpang Bus Damri. Setelah digeledah, kita berhasil menemukan Sabu seberat 9,22 gram dan 5 butir ekstasi dari dalam barang bawaan A,” jelasnya.

Selanjutnya, kata dia, tersangka A kita bawa ke Polres Lamandau untuk diperiksa lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan, termasuk percakapan yang ada di HP si A ini, ada beberapa orang yang ternyata sudah memesan barang itu, diantaranya tersangka K dan M.

“Tersangka K, kita tangkap di sebuah salon jalan Melati, Nanga Bulik. Sedangkan tersangka M, kita tangkap di sebuah tempat Karaoke di Kecamatan Menthobi Raya,” bebernya.

Saat diperiksa penyidik, tersangka A yang bekerja sebagai pemandu lagu (Ledies Karaoke) itu juga mengaku bahwa dirinya dipinjami uang atau dimodali oleh tersangka M untuk membeli barang haram itu di Kalbar.

“Dan dari pengakuannya juga, A ini sering memakai sabu bersama-sama dengan K dan M,” ucap Made.

Atas perbuatannya, tegas dia, tersangka A dikenakan pasal 114 dan 112 ayat (2) dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun. Kemudian tersangka K dikenakan pasal 112 ayat (1) dengan ancaman minimal 4 tahun penjara, dan tersangka M dikenakan pasal 114 dan 112 ayat (1) dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun.

No comments

Tinggalkan Balasan

Ikuti Kami Di Facebook