
Kopi KiM Arsel
Kotawaringin News, Kotawarngin Barat – Pandemi Covid-19 berdampak multidimensi pada kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, sosial, hingga ekonomi. Demi menekan penyebaran virus ini pemerintah daerah kabupaten Kotawaringin Barat pun harus membatasi jam malam, dengan surat edaran Bupati Nomor 11 tahun 2020.
Hal ini membuat banyak usaha tersendah hingga akhirnya banyak karyawan yang dirumahkan ataupun ada yang terkena PHK. Bukan cuma perusahaan besar, tapi UMKM pun terpukul. Banyak bisnis yang terpaksa gulung tikar karena sulit bertahan di masa ini, Rabu (16/12/2020).
Meski banyak usaha yang tutup dan karyawan yang terkena PHK, masih ada sebagian yang kreatif dan bangkit membuka usaha baru dengan memanfaatkan kondisi ini. Salah satunya adalah Sekcam Arsel Rangga Lesmana, pemilik usaha Kopi KiM, yang memiliki produk specialty coffee KiM
Rangga lesmana bercerita sebelum pandemi melanda Kotawaringin Barat dia yang saat itu menjabat Lurah Raja bersama teman-temannya membuat gebrakan dengan Begoyap nya yang bisa menghidupkan UMKM yang telah berjalan kurang dari setahun.
Namun, sekarang sudah tidak bisa dilakukan. Ditambah lagi ketika corona sampai ke Kobar, dan dilakukan berbagai pembatasan serta larangan berkumpul Begoyap nya tidak bisa bergerak lagi.
Akhirnya Rangga dan rekannya memutuskan untuk menutup sementara karena tidak bisa lagi bertahan di tengah pandemi covid 19. Apalagi sekarang Begoyap mengandalkan via online pada umumnya.
Setelah beberapa bulan vakum, dia pun mulai mencari ide usaha lainnya yang muncul ketika masyarakat banyak bekerja dari rumah. Dengan bermodal mesin kopi dan pertanyaan dari teman-teman dekatnya yang menanyakan speciality kopi, Rangga pun kemudian membuat kopi KiM dan usaha lainnya.
“Saat ini orang masih takut untuk keluar, tapi mereka tetap butuh speciality coffee. Jadi kopi KiM ini bisa memenuhi kebutuhan mereka kopi enak, tanpa harus banyak alat,” kata Rangga Lesmana.
Sejauh ini, promosi paling efektif menurutnya masih melalui media sosial terutama Instagram dan FB. Namun pembuatan kopi ini belum bisa dalam jumlah yang besar dalam sekali pembuatan, karena masalah sumber daya dan seringkali jumlah pesanan datang tidak menentu. (yusbob)









