oleh

Gelar Pembelajaran Tatap Muka Ditengah Pandemi Covid-19, Pondok Pesantren Dar Al-Raudhah Terapkan Prokes

Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan pondok pesantren terus dilakukan. Berbagai upaya digencarkan demi kemudahan dan kelancaran kegiatan belajar dan mengajar di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, Senin (25/1/2021).

Salah satu pesantren yang turut melakukan upaya tersebut adalah Pondok Pesantren Dar Al-Raudhah di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Hingga saat ini, pihaknya masih terus menjalin kerjasama dengan Lembaga Kesehatan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah, Program ini sangat bermanfaat karena himbauan pemerintah untuk stay at home, tetapi tetap diberikan fasilitas untuk berkarya,” ujar pimpinan Ponpes Dar Al-Raudhah Habib Sulaiman Nur Basyaiban.

Habib Sulaiman Nur menjelaskan bahwa bentuk proses belajar mengajar tatap muka pasca libur, pada tanggal 8 Januari 2021 itu untuk santri Putra masuk dan tanggal 10 Januari 2021 santri putri nya menyusul masuk. Syarat nya untuk kembali ke pesantren harus rapid tes dulu.

Hingga saat ini, Habib Sulaiman Nur mengaku bahwa Pondok Pesantren Dar Al-Raudhah tengah melaksanakan pembelajaran secara tatap muka. Sempat memulangkan santri ke rumah masing-masing beberapa waktu lalu, pihaknya memutuskan untuk mengembalikan santri secara bertahap per tingkat pendidikan, dimulai dari MI, SMP, sampai dengan Aliyah ataupun SMK.

“Awalnya kami melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), kemudian respon masyarakat justru khawatir jika anak tinggal di rumah. orang tua lebih nyaman kalau anak tinggal di pesantren. Dengan dukungan dari berbagai pihak, kami pesantren berusaha menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” kata Habib Sulaiman Nur.

Pihaknya pun mewajibkan orangtua untuk menyertakan surat keterangan bebas Covid-19. Meski sempat muncul beban pada orangtua karena biaya yang cukup mahal, Pondok Pesantren Dar Al-Raudhah pun kedepan meminta kerja sama kepada pemerintah daerah agar menyediakan tes secara gratis kepada para santri.

Sementara itu, selama proses pembelajaran tatap muka dilangsungkan, Habib Sulaiman Nur mengaku pihaknya selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Seperti halnya memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak yang menjadi protokol kesehatan (prokes) dasar di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Pembelajaran kami selalu memakai masker, kemudian ketersediaan tempat cuci tangan di setiap bangunan, baik ruang kelas maupun ruang tidur. Kami selalu menjaga pola hidup sehat, makan teratur untuk imun yang baik dan berbagai protokol kesehatan lainnya,” ujar Habib Sulaiman Nur.

Bahkan, Pondok Pesantren Dar Al-Raudhah turut membuat kurikulum darurat untuk situasi pandemi. Jika biasanya pembelajaran dilakukan sejak pagi sampai sore, kini pihaknya hanya membatasi sampai pertengahan hari. Setelah salat Zuhur dilaksanakan, santri dipersilahkan untuk beristirahat. Namun, beberapa waktu sebelum ujian dilaksanakan, pihaknya sempat menambah beberapa jam pelajaran untuk menambah kesiapan santri.

“Harapannya Covid-19 ini segera sirna. Kita harus yakin dengan suasana pandemi inì santri akan tetap diberikan pembelajaran dengan baik. Kami berusaha semaksimal mungkin agar santri tidak tertinggal karena santri adalah generasi masa depan yang akan meneruskan bangsa,” kata Habib Sulaiman Nur. (yusbob)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed