
Kotawaringin News, Lamandau – Riyanto (57), salah seorang warga Desa Samu Jaya, Kecamatan Lamandau, yang ditemukan meninggal dunia dalam rumah kontrakannya diduga mengidap tekanan darah tinggi (Hipertensi).
Hal itu diungkapkan Kapolres Lamandau, AKBP Bronto Budiyono melalui Kasatreskrim Iptu Faisal Firman Gani. Dugaan tersebut dikuatkan dengan riwayat kesehatan almarhum, keterangan sejumlah saksi, barang bukti di TKP dan tidak ditemukannya tanda kekerasan fisik pada tubuh jenazah.
“Dari hasil pemeriksaan Dokter dan tim medis Puskesmas Lamandau tidak ditemukan adanya luka-luka intravital pada mayat tersebut. Kematian diperkirakan dua sampai tiga hari dan terdapat kemerahan pada mayat akibat proses pembusukan,” ujar Faisal di Nanga Bulik, Rabu, (5/4/2023).
Dijelaskan Kasat, penemuan mayat tersebut berawal dari laporan salah satu warga. Mendapat informasi tersebut, pihaknya bersama Tim Inafis bersama Polsek Lamandau lakukan olah TKP penemuan mayat di sebuah rumah kontrakan, Desa Samu Jaya, RT 01 RW 01, Kecamatan Lamandau.
“Pada Selasa (4/4/2023) pukul 13.00 WIB, ada laporan penemuan mayat laki-laki di sebuah rumah kontrakan milik saudari Delilia. Mendapat laporan tersebut kami langsung menuju ke sana,” beber Kasat.
Sesampainya di lokasi, terang dia, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan bersama Dokter dari Puskesmas Lamandau. “Setelah melakukan olah TKP dan pemeriksaan kemudian diketahui identitas mayat laki-laki tersebut bernama Riyanto (57) warga desa Samu Jaya yang tinggal di rumah kontrakan tersebut,” jelasnya.
Pihaknya, imbuh Kasat, juga menemukan fakta terkait riwayat penyakit yang diderita korban dari hasil pemeriksaan dokter, tim medis Puskesmas Lamandau, keterangan saksi dan barang bukti yang ditemukan di lokasi penemuan jenazah.
“Penyebab korban meninggal dunia diduga karena riwayat penyakit hipertensi yang kambuh dan tidak mendapatkan pertolongan secepatnya karena korban yang tinggal sendiri di rumah,” pungkas Faisal.(fit/BH)









