
Ilustrasi cetak biru/pixabay.com
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kotawaringin Barat, menyatakan pandemi Covid-19 telah berdampak pada meningkatnya beban para kontraktor, karena harus menyesuaikan operasional dengan standar yang telah ditetapkan, Senin (15/2/2021).
Ketua Gapensi Kotawaringin Barat H Arif Asrofi menjelaskan pihaknya tidak menyangka pandemi akibat virus Corona ini bakal sangat parah terhadap dunia usaha, termasuk bisnis para kontraktor.
“Kami gak menyangka pandemi bakal berdampak pada bisnis termasuk kontraktor sampai separah ini, salah satunya banyak SOP yang harus diperbaiki,” ujarnya.
Salah satu Standar Operasional Prosedur yang perlu disesuaikan para kontraktor misalnya memperbarui aturan penggunaan masker bagi pada karyawan di lingkungan kerja, terang H Arif Asrofi.
Kemudian barak pekerja juga harus diperbarui dan memenuhi standar kesehatan. Sehingga bila sebelumnya satu barak kini sudah tidak memadai untuk digunakan seperti masa sebelum pandemi, karena itu kontraktor harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi berbagai kebutuhan tersebut.
Akibatnya banyak kontraktor yang mulai tidak sanggup, dan memilih untuk vakum atau berhenti sementara waktu sampai kondisi kembali membaik.
“Tapi biaya operasional tetap berjalan, ini yang membuat beban kontraktor semakin berat di tengah berkurangnya jumlah proyek yang ditawarkan pemerintah maupun swasta,” ujarnya.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah melakukan realokasi anggaran sehingga pagu anggaran tahun ini. Hal ini juga berdampak pada tertundanya sejumlah proyek.
Bahwa berdasarkan Inpres No. 4 Tahun 2020 tentang Refocusing Kegiatan, realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, PUPR melaksanakan realokasi program dan anggaran Tahun Anggaran (TA) 2020 yang berasal dari beberapa sumber.
Semua anggaran dialirkan ke penanganan Covid-19 sampai tahun 2021 ini, namun hingga saat ini masih belum belum optimal penganggaran sebagaimana ditonton pada 2019 dan sebelumnya, kata H Arif Asrofi.
Lanjut H Arif Asrofi, belum lagi masalah dunia kontraktor yang cukup signifikan adalah apabila mendatangkan karyawan dari Jawa yang dari Jawa itu harus menyiapkan surat rapid antigen kemudian di sini masih harus melakukan isolasi, terang Arif Asrofi.
Kontraktor ini ada dua golongan, kontraktor yang benar-benar menggantungkan hasil bisnis konstruksi murni, ada juga yang punya sampingan lain bahkan lebih kuat di sektor lainnya.
Yang usaha di sektor lain tidak terlalu berdampak, namun bagi yang hanya menggantungkan bisnis di dunia kontraktor pasti sangat terasa sekali, terang Arif Asrofi. (yusbob)









